Rupiah Menguat Tipis di 3 November 2026, Ini Sentimen yang Menggerakkan Kurs

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Nilai tukar rupiah menguat tipis pada pembukaan perdagangan Selasa (3/11/2026), di tengah perhatian pasar terhadap perkembangan diplomasi Amerika Serikat (AS) dan Iran serta sejumlah data ekonomi global dan domestik.

Berdasarkan data perdagangan, rupiah naik 7 poin atau 0,04 persen menjadi Rp18.149 per dolar AS, dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp18.156 per dolar AS.

Baca Juga :
Rupiah Gagal Menguat Meski Neraca Dagang Surplus, Ini Penyebabnya
Awal November Rupiah Belum Menguat, Analis Ungkap Kisaran Pergerakan Dolar AS

Pada perdagangan Senin (2/11/2026), rupiah ditutup melemah 9 poin atau 0,05 persen. Pergerakan mata uang domestik saat itu dipengaruhi prospek pembicaraan diplomatik antara AS dan Iran.

Analis mata uang sekaligus Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuabi, mengatakan Presiden AS Donald Trump memilih memberi kesempatan lebih besar bagi diplomasi sebelum memutuskan langkah militer terhadap Iran.

"Presiden AS Donald Trump menyampaikan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melalui sambungan telepon pada hari Sabtu (31/10) bahwa ia lebih memilih untuk memberikan lebih banyak waktu bagi diplomasi sebelum memutuskan apakah akan melanjutkan tindakan militer," ujar Ibrahim dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.

Meski membuka peluang meredanya ketegangan, perkembangan tersebut belum menghilangkan risiko geopolitik. Pemilihan paruh waktu AS atau midterm elections juga menjadi perhatian pasar karena berpotensi memengaruhi keputusan Washington terkait konflik tersebut.

Selain itu, pembicaraan pejabat Iran dan Qatar selama tiga hari berturut-turut untuk mengakhiri konflik turut menjadi sorotan. Qatar disebut berupaya menengahi usulan pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur penting bagi perdagangan energi global.

"Jalur perairan tersebut tetap menjadi perhatian utama bagi pasar energi. Serangan terhadap kapal tanker dan pembatasan ekspor minyak Iran telah meningkatkan biaya pengiriman serta asuransi," jelasnya.

Dari sisi ekonomi domestik, neraca perdagangan Indonesia pada September 2026 mencatat surplus sebesar 3,36 miliar dolar AS. Nilai ekspor mencapai 27,59 miliar dolar AS, sedangkan impor sebesar 24,23 miliar dolar AS.

Inflasi Indonesia pada Oktober 2026 tercatat 0,22 persen secara bulanan dan 3,23 persen secara tahunan. Sementara itu, indeks PMI Manufaktur S&P Global Indonesia meningkat menjadi 54,0 pada Oktober dari 52,4 pada September. Angka di atas 50 menunjukkan aktivitas manufaktur masih berada di zona ekspansi.

Baca Juga :
Kilas Balik Rupiah Melemah Sepanjang Oktober 2026, Tembus Rp18.100 per Dolar AS
Rupiah Dibayangi Ancaman Rp21.000 per Dolar AS, Ini 4 Hal yang Harus Segera Dibenahi
Rupiah Menguat ke Rp18.123 per Dolar AS, Ini Faktor yang Memengaruhi

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Respons MUI soal Wacana Non-Muslim Bisa Jadi Petugas Haji
• 3 jam lalu
0
thumb
Khofifah Beri Santunan kepada Keluarga Ayah dan Anak Korban Longsor Lumajang, Pemprov Jatim Salurkan Bantuan Renovasi Rumah
• 3 jam lalu
0
thumb
Pemerintah Kembangkan Indeks Data Perkawinan untuk Bangun Ketahanan Keluarga
• 21 jam lalu
0
thumb
Polres Metro Bekasi Kota Dampingi Penyerahan Santunan Jasa Raharja, Kawal Hak Korban Truk Molen
• 18 jam lalu
0
thumb
Puluhan Personel Damkar Makassar Tuntaskan Diklat Kualifikasi Pemadam Tingkat I
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.