Saham Apple Turun Meski Laba dan Pendapatan Lampaui Ekspektasi

idxchannel.com
7 jam lalu
Cover Berita

Saham Apple turun dalam perdagangan setelah jam kerja meski melaporkan kinerja kuartalan yang melampaui ekspektasi.

Saham Apple Turun Meski Laba dan Pendapatan Lampaui Ekspektasi. (Foto: AP)

IDXChannel - Saham Apple turun dalam perdagangan setelah jam kerja meski melaporkan kinerja kuartalan yang melampaui ekspektasi, baik dari sisi pendapatan maupun laba. 

Pada kuartal IV-2026 perusahaan yang dimulai pada 28 Juni dan berakhir pada 26 September, Apple mencatatkan laba sebesar USD2,10 per saham dengan pendapatan mencapai USD114,48 miliar (Rp2.077 triliun).

Baca Juga:
Apple Janji Ganti iPhone Duo yang Layarnya Bermasalah

Angka-angka tersebut lebih tinggi dari perkiraan analis, yang memprediksi laba sebesar USD1,99 per saham dengan pendapatan USD113,38 miliar.

Meski demikian, saham perusahaan justru turun akibat kekhawatiran mengenai melambatnya pertumbuhan pendapatan dari sektor Layanan (Services) serta melonjaknya biaya memori. 

Baca Juga:
Laku Keras Tapi Stok Terbatas, Apple Genjot Produksi iPhone Duo

Dilansir dari Investing pada Selasa (3/11/2026), saham Apple sempat terkoreksi hingga 3 persen dalam perdagangan setelah jam bursa, tepat saat perusahaan mengadakan panggilan konferensi pasca-pengumuman kinerja keuangan.

Laporan kuartalan ini merupakan yang pertama di bawah kepemimpinan John Ternus, yang mengambil alih posisi CEO dari Tim Cook pada September lalu. 

Baca Juga:
Apple Salip Nvidia Jadi Perusahaan Paling Bernilai di Dunia

Laporan ini juga dirilis setelah peluncuran iPhone Duo, ponsel lipat pertama dari Apple yang menandai perombakan desain terbesar pada produk unggulan perusahaan tersebut sejak 2007.

Namun, peluncuran iPhone Duo diwarnai oleh kendala pasokan yang kian parah. Apple memperingatkan bahwa masalah ini kemungkinan belum akan mereda dalam waktu dekat, terutama akibat lonjakan biaya input, khususnya pada komponen memori.

"Situasi harga memori saat ini belum pernah terjadi sebelumnya. Untuk kuartal Desember, kami memperkirakan biaya memori akan semakin tinggi, meskipun dampaknya akan sedikit diredam oleh beberapa faktor," ujar Ternus. 

Selain tantangan terkait biaya memori, Apple juga menghadapi perlambatan pada segmen terbesar kedua mereka, yaitu sektor Layanan—yang mencakup langganan daring seperti iCloud dan Apple Music, serta komisi yang diperoleh dari App Store.  

Pendapatan dari itu pada kuartal lalu meningkat 9,8 persen secara tahunan (year-on-year) menjadi USD31,57 miliar, lebih lambat dibandingkan kenaikan 12,1% yang tercatat pada kuartal ketiga.

Sementara itu, pendapatan dari iPhone—yang sejauh ini merupakan kontributor terbesar bagi Apple—melonjak 17,5 persen menjadi USD57,58 miliar. Pencapaian ini menandai pertumbuhan penjualan dua digit selama empat kuartal berturut-turut, sekaligus menegaskan kebangkitan bisnis inti perusahaan yang berbasis di Cupertino, California tersebut. 

Pendapatan dari iPhone akan mendapat perhatian lebih cermat pada kuartal mendatang menyusul peluncuran iPhone Duo. Apple mulai mendistribusikan ponsel lipat tersebut menjelang akhir Oktober, dengan pelanggan di seluruh dunia berebut untuk mendapatkan unit di tengah persediaan yang terbatas. (Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Daftar Provinsi yang Menggelar Pemutihan Pajak Kendaraan November 2026
• 21 jam lalu
0
thumb
Profil AKBP Andhika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot usai Gerebek Ponpes
• 22 jam lalu
0
thumb
Diduga Lalai, Pengemudi Truk Molen Terancam Enam Tahun Penjara
• 6 jam lalu
0
thumb
Cegah Api Meluas, Polisi dan Warga Padamkan Kebakaran Lahan di Merauke
• 10 jam lalu
0
thumb
Strategi PLN EPI Dorong Penguatan Ekosistem Biomassa untuk Transisi Energi
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.