Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,79% ke level 5.096,83 pada perdagangan Senin (2/11).
Penguatan indeks ditopang saham BRMS (+6,63%), CASA (+4,42%), dan BUMI (+7,56%) yang menjadi pendorong utama. Sebaliknya, AADI (-6,75%), TLKM (-1,01%), dan BMRI (-0,54%) menjadi penekan indeks.
Investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) sebesar Rp375,54 miliar di pasar reguler dan Rp112,48 miliar di seluruh pasar. Dari sisi sektoral, tujuh dari 11 sektor berakhir di zona positif. Sektor Basic Industry memimpin penguatan sebesar 2,12%, sedangkan sektor Health mencatat pelemahan terdalam sebesar 0,64%.
Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat bergerak variatif. Dow Jones menguat 0,41% ke level 51.983, sedangkan S&P 500 melemah 0,51% ke 7.541 dan Nasdaq turun 1,07% ke 25.164.
Penguatan IHSG turut didukung oleh implementasi perubahan komposisi indeks setelah penghapusan saham HSC serta kenaikan sejumlah saham berkapitalisasi besar, terutama TPIA, BUMI, BBCA, dan BREN.
Sejalan dengan itu, ETF EIDO dan MSCI Indonesia masing-masing menguat 0,70% dan 0,23%.
Dari sisi aksi korporasi, Merdeka Copper Gold (MDKA) tengah menargetkan peningkatan kapasitas produksi emas Tambang Emas Pani di Gorontalo menjadi 500.000–700.000 ons per tahun melalui pembangunan dua fasilitas Carbon-in-Leach (CIL). Target tersebut lebih tinggi dibandingkan kapasitas produksi tahap pertama sebesar 250.000–350.000 ons per tahun.
Saat ini, fasilitas CIL Tahap 1 dengan kapasitas 12 juta ton per tahun (Mtpa) dan cadangan kapasitas hingga 14,4 Mtpa masih dalam tahap konstruksi lanjutan. Desain rekayasa dasar telah rampung, sementara penyelesaian landasan ditargetkan pada akhir Desember 2026. Selanjutnya, fasilitas CIL Tahap 2 dengan skala serupa akan dikembangkan.
Ekspansi tersebut sejalan dengan peningkatan produksi Tambang Emas Pani yang mencapai 26.331 ons pada kuartal III-2026, naik 69% secara kuartalan (QoQ), didukung peningkatan kapasitas heap-leach. Bersama produksi Tambang Emas Tujuh Bukit sebesar 23.811 ons, total produksi emas MDKA mencapai 50.142 ons. Perseroan juga memperpanjang estimasi umur tambang hingga setidaknya 2033.
Sementara itu, Estika Tata Tiara (BEEF) mengakuisisi lahan seluas 30,05 hektare atau 300.500 meter persegi di Sukabumi, Jawa Barat. Akuisisi tersebut mencakup fasilitas peternakan sapi perah serta infrastruktur produksi susu kemasan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi Perseroan ke bisnis pemerahan sapi, setelah sebelumnya mengimpor 250 ekor sapi perah untuk pengembangan peternakan di Banyumas pada awal 2026.
Ekspansi tersebut menyasar peluang substitusi impor susu nasional yang masih terbuka lebar. Saat ini, produksi susu dalam negeri tercatat sekitar 820,90 ribu ton atau baru memenuhi sekitar 20% dari total kebutuhan nasional sebesar 4,68 juta ton. Sementara itu, sekitar 3,86 juta ton kebutuhan lainnya masih dipenuhi melalui impor.
Melalui pengembangan bisnis susu kemasan dan wisata edukasi peternakan, BEEF memperluas kegiatan usahanya sebagai perusahaan agribisnis protein hewani terintegrasi, mulai dari produk daging hingga susu.
Di sisi lain, Cipta Perdana Lancar (PART) juga berencana melakukan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) I atau rights issue dengan menerbitkan maksimal 8,00 miliar saham baru. Saham tersebut memiliki nilai nominal Rp25 per saham. Adapun rasio HMETD, harga pelaksanaan, serta jumlah final saham yang diterbitkan akan ditentukan kemudian dan disampaikan melalui prospektus.
Seluruh dana yang diperoleh dari aksi korporasi tersebut, setelah dikurangi biaya emisi, akan dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja Perseroan. Penggunaannya mencakup pembelian bahan baku, pembayaran kepada pemasok, biaya tenaga kerja, biaya produksi, hingga biaya distribusi.
Dengan asumsi seluruh 8,00 miliar saham baru diterbitkan, pemegang saham yang tidak menggunakan haknya dalam rights issue berpotensi mengalami dilusi kepemilikan hingga sekitar 73,73%. Rencana penambahan modal ini akan dimintakan persetujuan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 9 Desember 2026. Sementara itu, pernyataan pendaftaran terkait aksi korporasi tersebut wajib memperoleh pernyataan efektif paling lambat 12 bulan sejak tanggal persetujuan RUPSLB.
Rekomendasi Saham Hari Ini-
PTRO - Buy 2550-2570 | TP 2620-2670 | SL 2430
PTRO Transaksi di Sini!Powered by -
ESSA - Buy 520-530 | TP 540-550 | SL 495
ESSA Transaksi di Sini!Powered by -
INDY - Buy 1915-1925 | TP 1960-1995 | SL 1830
INDY Transaksi di Sini!Powered by -
MBMA - Buy 310-314 | TP 320-330 | SL 292
MBMA Transaksi di Sini!Powered by -
MDKA - Buy 1960-1970 | TP 1995-2040 | SL 1855
MDKA Transaksi di Sini!Powered by
Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.
(ayh/ayh)





Komentar (0)