1.417 Rumah Terdampak Banjir dan Longsor Lumajang, Dua Orang Meninggal

liputan6.com
1 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat banjir dan longsor di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menyebabkan 1.417 kepala keluarga di delapan desa, tiga kecamatan terdampak. Selain itu dua warga meninggal dunia.

"Sedangkan jumlah rumah yang terdampak ada 1.417 rumah," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (2/11/2026).

Advertisement

Menurut dia, ada beberapa upaya yang sudah dilaksanakan oleh tim reaksi cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (TRC-BPBD) dengan menyebar ke lokasi untuk melakukan penanganan dan pendataan warga terdampak.

"Serta mereka juga sudah membuka akses jalan tembus Taman Sari Ibu Raja yang selama ini tertutup akibat longsor," ucap Berton.

"Kemudian memantau wilayah terisolasi dan rumah warga yang terancam rusak, menyiapkan bantuan logistik bagi warga terdampak dan berkoordinasi dengan beberapa camat, kepala desa, petugas PLN dan unsur terkait untuk menyelesaikan beberapa masalah-masalah vital yang ada di sana," sambung dia.

Menurut Berton, kondisi mutakhir bahwa TRC-BPBD masih menangani, melakukan prioritas membuka akses jalan, melakukan pemantauan wilayah-wilayah terisolasi, dan mendata warga yang membutuhkan kebutuhan-kebutuhan dasar.

"Kami juga perlu mengimbau agar tetap kuas pada hindari aliran sungai yang berpotensi dilalui banjir lahar dan ikuti arahan petugas serta informasi resmi perlu didapatkan," kata dia.

"Terkait penanganan tanah longsor di Kabupaten Lumajang, ini kejadian yang kedua bahwa longsor terjadi pada hari Sabtu tanggal 31 Oktober 2026 pada pukul 01.00 dini hari di Dusun Jonggrang, Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo setelah hujan lebat pada 30 Oktober malam hari pukul 20.00 hingga 23.00 WIB, rumah terdampak berada di wilayah lawan longsor," sambung Berton.

Berton menjelaskan, longsor pertama menimpa rumah satu keluarga yang sedang beristirahat, berlanjut longsor susulan dan menyebabkan dua orang meninggal dunia.

"Akibatnya dua jiwa meninggal dunia yaitu Imron, laki-laki 40 tahun dan putrinya Hilya, perempuan 9 tahun dan sang ibu selamat. Dampak lainnya adalah satu rumah rusak sedang," tutur dia.

"Kami dari BNPB tentu menyampaikan rasa belasungkawa yang sedang dalamnya atas meninggalnya Bapak Imron maupun putri Hilya yang dari Lumajang," sambung Berton.

Dia mengatakan, kedua korban meninggal dunia sudah dievakuasi secara mandiri oleh warga dan dimakamkan.

"Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan memberikan santunan duka total sebanyak Rp 20 juta untuk dua korban jiwa, paket sembako serta semen dan bata untuk pemulihan bangunan akan segera diberikan," terang Berton.

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Heboh Bongkahan Es Berdiameter 20 Cm Hujani Atap Rumah Warga di Bantul hingga Jebol
• 18 jam lalu
0
thumb
Bapanas Perketat Pengawasan Beras SPHP Usai Temuan 600 Ton Beras Oplosan, Potensi Kerugian Capai Rp6,07 Miliar per Hari
• 22 jam lalu
0
thumb
Banjir Rendam Ratusan Rumah dan 24 Sekolah di Aceh Barat
• 17 jam lalu
0
thumb
5 Kebiasaan Sehari-hari yang Bikin Postur Tubuh Bungkuk
• 20 jam lalu
0
thumb
Bogor perkuat kesiagaan medis untuk Porprov Jabar 2026
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.