Harga Emas Rebound Hampir 2 Persen dari Level Terendah Setahun

idxchannel.com
9 jam lalu
Cover Berita

Harga emas dunia naik hampir 2 persen pada perdagangan Senin (2/11/2026), berbalik menguat setelah menyentuh level terendah dalam setahun.

Harga Emas Rebound Hampir 2 Persen dari Level Terendah Setahun. (Foto: Magnific)

IDXChannel – Harga emas dunia naik hampir 2 persen pada perdagangan Senin (2/11/2026), berbalik menguat setelah menyentuh level terendah dalam setahun pada sesi sebelumnya.

Penguatan emas ditopang oleh penurunan harga minyak yang meredakan kekhawatiran inflasi, sementara investor menanti pemilu sela Amerika Serikat (AS) yang berlangsung pekan ini.

Baca Juga:
Menakar Peluang Rebound IHSG di November, Reformasi Pasar Jadi Kunci

Harga emas spot naik 1,83 persen menjadi USD3.946,74 per troy ons. Pada perdagangan Jumat (30/10) pekan lalu, emas jatuh 3,6 persen sekaligus menyentuh level terendah sejak Oktober 2025.

Harga minyak turun sekitar 8 persen pada Senin setelah Iran dan Qatar menggelar pembicaraan untuk hari ketiga berturut-turut yang bertujuan mengakhiri perang AS-Israel terhadap Iran.

Baca Juga:
Buma Internasional (DOID) Dirikan Anak Usaha Baru di Luar Bisnis Tambang

Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist Zaner Metals Peter Grant mengatakan penurunan harga minyak memberikan sedikit kelegaan bagi pasar karena meredakan kekhawatiran terhadap inflasi.

"Penurunan harga minyak memberikan sedikit kelegaan, terutama dalam mengurangi kekhawatiran inflasi. Namun, pasar masih memperkirakan kenaikan suku bunga The Fed pada Desember, meski peluang tersebut sedikit menurun dalam beberapa sesi perdagangan terakhir," kata Grant, seperti dikutip Reuters.

Baca Juga:
Telkom (TLKM) Raih Pendapatan Rp113,5 Triliun hingga September 2026

Dia menambahkan, pergerakan dolar AS juga memberikan sedikit dorongan bagi harga emas.

Pelaku pasar kini melihat peluang 77 persen untuk kenaikan suku bunga The Fed pada Desember, turun dari 80 persen sepekan sebelumnya, berdasarkan CME Group FedWatch Tool.

Aksi jual saham teknologi dan perusahaan terkait kecerdasan buatan (AI) yang terjadi pada Jumat turut menyebar ke berbagai pasar.

Menurut sejumlah analis, tekanan tersebut memicu margin call yang kemudian mendorong aksi jual terhadap aset safe haven seperti emas.

Secara teknikal, Relative Strength Index (RSI) emas dalam periode 14 hari naik ke sekitar 37 pada Senin dari posisi di bawah 30 pada Jumat. Kondisi tersebut menunjukkan emas mulai keluar dari wilayah jenuh jual atau oversold.

Perhatian pasar kini beralih ke pemilu sela AS pada 3 November untuk menilai dampaknya terhadap kebijakan fiskal, geopolitik, serta sentimen pasar secara lebih luas.

Analis Julius Baer Carsten Menke menilai hasil pemilu kemungkinan tidak mengubah kondisi fiskal AS secara signifikan hingga memengaruhi prospek emas.

"Latar belakang fiskal AS kemungkinan tidak berubah cukup signifikan untuk membuat perbedaan bagi emas. Defisit diperkirakan tetap ada terlepas dari hasil pemilu sela, sehingga utang dan beban bunga AS tetap menjadi faktor pendukung emas dalam jangka panjang," kata Menke. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Polisi Tetapkan Sopir Truk Molen Kecelakaan Maut Bekasi Sebagai Tersangka
• 8 jam lalu
0
thumb
Pengacara Ungkap Dugaan Peretasan Email Betrand Peto Dilakukan Orang Dekat
• 6 jam lalu
0
thumb
Bantah Tantang Duel, Herri Pras Beberkan Bukti Chat dengan Adi Paryanto
• 4 jam lalu
0
thumb
De Red FC Siapkan Rotasi Pemain saat Hadapi PSM Makassar di I.League Cup 2026
• 22 jam lalu
0
thumb
Pengakuan Tan Kian Diperas Ferry Boboho Rp 55 Miliar
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.