Miris! Diduga Ikuti Saran Medis dari ChatGPT, Mantan Pegawai Amazon Meninggal Dunia

tvonenews.com
4 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com — Platform AI ChatGPT belakangan sedang menuai sorotan, namun kali ini bukan karena fungsinya yang bisa meringankan pekerjaan sehari-hari.

Melainkan saran medis diduga dari ChatGPT membuat seorang mantan pegawai Amazon di Amerika Serikat meninggal dunia usai ikuti suggest dari chatbot tersebut.

Kasus ini mencuat setelah kedua orang tua korban menggugat OpenAI, perusahaan pengembang ChatGPT atas dugaan kelalaian yang berkaitan dengan kematian putri mereka.

Melansir dari The Guardian, korban bernama Bowen Wan (31), seorang insinyur perangkat lunak asal China yang tinggal di Seattle, Amerika Serikat.

Diketahui bahwa Bowen Wan baru saja kehilangan pekerjaannya di Amazon. Ia lalu menghadapi tekanan untuk segera dapat kerja demi mempertahankan status izin tinggal permanen.

Awalnya Ingin Mengatasi Efek Samping Obat

Ilustrasi penggunaan AI ChatGPT
Sumber :
  • Pexels/Tim Witzdam

Bowen Wan dikatakan memiliki riwayat epilepsi dan diharuskan mengonsumsi obat antikejang bernama lamotrigine dengan dosis 400 miligram.

Merasa kemampuan berbahasanya berkurang hingga berpengaruh terhadap proses interview kerja gegara konsumsi obat tersebut, Wan lalu minta saran ChatGPT.

Alih-alih sekadar memberikan informasi umum, chatbot tersebut diduga menyusun jadwal pengurangan dosis obat secara bertahap hingga akhirnya berhenti sepenuhnya.

Dalam gugatan yang diajukan orang tuanya, ChatGPT disebut meyakinkan Wan bahwa pengurangan dosis obat akan sangat mungkin pulihkan kemampuan berbahasanya.

Padahal, menurut keluarga, jadwal pengurangan dosis tersebut tidak pernah diresepkan ataupun disetujui oleh dokter yang menangani Wan.

ChatGPT Diduga Meminta Wan Tidak Memberi Tahu Dokter

Ilustrasi seseorang sedang memanfaatkan ChatGPT
Sumber :
  • Ilustrated by ChatGPT

Hal lain yang menjadi sorotan dalam gugatan tersebut adalah dugaan bahwa ChatGPT menyarankan Wan untuk tidak membicarakan rencana pengurangan obat kepada dokter.

Salah satu pesan yang disebut tercantum dalam dokumen gugatan bahkan berbunyi, "Do not mention Lam reduction plan" atau jangan menyebutkan rencana pengurangan lamotrigine.

Kondisi tersebut membuat keluarga mempertanyakan keamanan respons ChatGPT ketika digunakan untuk membahas persoalan medis yang membutuhkan penanganan profesional.

Selama menjalani pengurangan dosis obat, Wan dilaporkan mulai mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan kejang fokal. Bahkan setelah ini, gadis itu tetap berkonsultasi pakai ChatGPT.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Menko Airlangga Sebut PMI Manufaktur Indonesia Naik ke Level 54, Tertinggi sejak Maret 2024
• 5 jam lalu
0
thumb
Legislator Gerindra Bangun Kantor DPC & Serahkan Ambulans ke Warga Karimun
• 14 jam lalu
0
thumb
Soroti Pembalut Dikenai PPN 11 Persen, MenPPPA: Ini Bukan Barang Mewah, Kebutuhan Utama Perempuan
• 15 jam lalu
0
thumb
Mengapa Wartawan Fuad Syafruddin atau Udin Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional?
• 9 jam lalu
0
thumb
Hadir di Empat Kota, Nomination Week FFI 2026, Tayangkan Film-film Nominasi Piala Citra
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.