Jakarta, tvOnenews.com - Program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai tidak hanya sebagai pemenuhan kebutuhan gizi penerima manfaat.
Pasalnya, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Kota Bogor menilai program prioritas MBG turut dinilai sebagai penggerak perekonomian rakyat.
Ketua Umum HMI Cabang Kota Bogor, Moeltazam mengatakan pergerakan ekonominyang dimaksud berupa mamfaat MBG yang melibatkan sejumlah kelompok masyarakat dalam rantai pasok pangan diantaranya petani dan UMKM lokal.
Tak hanya itu, pihaknya turut menyorot transformasi tata kelola Badan Gizi Nasional (BGN) berupa konsep MBG 2.0 di bawah kepemimpinan Sudaryono.
Ia berharap transformasi konsep itu turut diikuti peningkatan kualitas pelayanan, memperkuat pengawasan serta mendorong pelaksanaan MBG yang lebih efektif, akuntabel, dan kualitas makanan.
“Dukungan terhadap MBG bukan berarti menutup mata terhadap kekurangan. Jika ditemukan kekeliruan, harus ada pemeriksaan, evaluasi, dan perbaikan agar program ini berjalan sesuai tujuan,” kata Moeltazam kepada awak media, Jakarta, Senin (2/11).
Moeltazam memaparkan pada sektor pengawasan diperlukan keterlibatan semua unsur bagiku dari pemerintah, masyarakat, dan mahasiswa.
Menurutnya jika didapati permasalahan harus segera ditindaklanjuti secara objektif agar tidak terulang dan tidak merugikan penerima manfaat.
“Kami apresiasi kerja keras yang selama ini sudah dilakukan oleh Kepala KPPG Bogor, korwil, korcam, hingga kepala SPPG. Tentunya hal-hal yang kurang perlu ditingkatkan agar semakin lebih baik lagi," kata Moeltazam.
“MBG harus mampu menciptakan masyarakat yang lebih sehat sekaligus menggerakkan ekonomi rakyat. Karena itu, dukungan harus berjalan beriringan dengan pengawasan dan evaluasi yang berkelanjutan,” sambungnya. (raa/dpi)





Komentar (0)