Vokasi UM Perkuat Pemasaran Digital Es Lilin Murni Blitar yang Bertahan Sejak 1962

beritajatim.com
2 jam lalu
Cover Berita

​Blitar (beritajatim.com) – Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang (UM) mendampingi UMKM Es Lilin Murni, entitas kuliner legendaris di Kota Blitar yang telah beroperasi sejak tahun 1962. Pendampingan ini difokuskan pada penguatan identitas merek dan literasi pemasaran digital.

​Ketua Tim Pengabdian Fakultas Vokasi UM, Chintya Paramita Puspita, S.Pd., M.Pd., M.M., memimpin langsung inisiatif bertajuk “Penguatan UMKM Es Lilin Murni di Blitar: Literasi Digital Marketing dan Strategi Promosi untuk Meningkatkan Omzet” tersebut. Dalam pelaksanaannya, Chintya didampingi oleh dua akademisi lain, yakni Dr. Windra Irdianto, S.Pd., M.Pd. dan Muhammad Ilman Nur Sasongko, S.Pd., M.T.

Chintya Paramita Puspita menjelaskan tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memperluas jangkauan pasar. Di samping itu juga untuk menjaga nafas panjang warisan kuliner tradisional agar tidak tergerus oleh zaman.

“Tidak hanya unsur dosen, proyek yang bersumber dari pendanaan internal UM tahun 2026 ini juga melibatkan dua mahasiswa, Mohamad Wasis Hidayat dan Muhammad Fadli Nur Falah. Kami menggandeng Eddy Santoso, pemilik generasi penerus UMKM Es Lilin Murni, sebagai mitra strategis pengabdian,” ujar ​Ketua Tim Pengabdian Fakultas Vokasi UM.

​Berlokasi di Jalan Irian No. 16, Kota Blitar, Es Lilin Murni bukan sekadar ladang bisnis keluarga. Produk ini menyimpan memori kolektif masyarakat lewat bentuk, cita rasa, hingga cara distribusinya yang ikonik melalui pedagang keliling.

Namun, rekam jejak panjang selama lebih dari enam dekade ternyata belum cukup untuk menghadapi arus modernisasi pemasaran.

​Sebelum adanya pendampingan, tim UM mengidentifikasi sejumlah kendala krusial, mulai dari minimnya pemanfaatan media sosial, identitas visual merek yang belum tergarap optimal, hingga kurangnya variasi media promosi.

​“Penguatan identitas merek dan pemasaran digital ini kami lakukan dengan sangat hati-hati, yakni dengan tetap menghargai karakteristik usaha yang sudah puluhan tahun berdiri. Harapannya, Es Lilin Murni mampu beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen modern tanpa kehilangan nilai tradisional yang menjadi keunggulan utamanya,” kata Chintya, Senin (2/11/2026).

​Melalui observasi dan diskusi bersama Eddy Santoso selaku pemilik usaha, tim Vokasi UM meracik strategi pemasaran hibrida memadukan pendekatan digital dan konvensional. ​Secara fisik, tim meremajakan desain kemasan produk agar lebih segar secara visual namun tetap mempertahankan keaslian bentuk tradisionalnya.

“Selain itu, sentuhan modernisasi juga diwujudkan lewat pembuatan kartu nama, spanduk promosi, dan katalog produk yang merangkum sejarah usaha, varian rasa, hingga kontak pemesanan,” ungkap ​Ketua Tim Pengabdian Fakultas Vokasi UM.

​Langkah lainnya adalah pemberian fasilitas jaket seragam bagi para pedagang keliling. Identitas visual berupa jaket ini dirancang khusus agar konsumen lebih mudah mengenali penjual resmi Es Lilin Murni, sekaligus mendongkrak citra profesional usaha di lapangan.

Lokasi Es Lilin Murni di Blitar. (Foto: Istimewa)

​Sementara itu, pada aspek pemasaran digital, tim mahasiswa dan dosen UM membangun ekosistem komunikasi visual melalui peluncuran akun Instagram resmi Es Lilin Murni. Sebagai langkah awal, sebanyak 12 konten visual telah dipublikasikan. Konten ini dirancang tidak hanya untuk memasarkan produk, tetapi juga menceritakan nilai historis dan nostalgia yang menjadi daya pikat utama es lilin tersebut.

​Pemilik UMKM Es Lilin Murni, Eddy Santoso, menyambut positif inovasi yang dibawa oleh sivitas akademika UM ini. Hadirnya perangkat promosi yang komprehensif, baik fisik maupun digital, dinilai sangat membantu usahanya dalam membangun strategi penjualan yang lebih terarah dan relevan dengan target pasar masa kini.

“Ini tentu sangat membantu kami untuk berjualan di era digital ini,” ucap Eddy Santoso.

Pogram pengabdian ini juga selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Pembenahan kapasitas UMKM ini sejalan dengan SDG 8 terkait pertumbuhan ekonomi dan pekerjaan layak, serta SDG 9 tentang inovasi industri. Keterlibatan aktif perguruan tinggi bersama pelaku usaha juga menjadi wujud nyata penerapan SDG 17 mengenai kemitraan global.

“Ke depan, tim pengabdian UM berharap mitra UMKM dapat mengelola aset digital dan media promosi secara mandiri dan berkelanjutan. Kolaborasi ini membuktikan bahwa adaptasi teknologi pemasaran tidak harus mengorbankan nilai autentik dan sejarah panjang sebuah warisan kuliner lokal,” tutup Chintya Paramita Puspita. (dan/ian)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Apakah Pria Bisa Terkena Kanker Payudara? Ini Penjelasannya
• 15 jam lalu
0
thumb
Gubernur Pramono Anung Dukung Penggerebekan Sarang Narkoba di Kampung Bahari | JMP
• 5 jam lalu
0
thumb
BPS catat nilai tukar petani naik 1,13 persen pada Oktober 2026
• 9 jam lalu
0
thumb
Internet Berubah Total, Google Korbankan Sumber Duit Demi AI
• 3 jam lalu
0
thumb
Album "The Black Parade" My Chemical Romance Puncaki Billboard 200, Geser Olivia Rodrigo
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.