ASN di Papua Tengah Ditusuk hingga Senjata Tajam Menancap di Leher, Polisi Selidiki Dugaan Keterlibatan KKB

pantau.com
14 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Tim gabungan Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz (ODC) dan Polres Puncak menyelidiki dugaan keterlibatan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dalam penyerangan terhadap seorang aparatur sipil negara (ASN) berinisial MM (44) di Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Minggu (1/11/2026).

Korban mengalami luka serius pada bagian leher setelah diserang menggunakan senjata tajam dari arah belakang saat berada di sebuah bengkel.

Senjata tajam yang digunakan pelaku bahkan dilaporkan masih menancap di leher korban setelah peristiwa penyerangan tersebut.

Kepala Satuan Tugas Hubungan Masyarakat Operasi Damai Cartenz, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Yusuf Sutejo, mengatakan bahwa korban telah dievakuasi ke Makassar melalui Timika pada Senin (2/11/2026) untuk mendapatkan perawatan medis lanjutan.

"Korban sudah dievakuasi ke Makassar untuk mendapat penanganan intensif atas luka yang dideritanya," kata Kombes Yusuf Sutejo di Jayapura, Senin (2/11/2026).

Sementara itu, aparat gabungan masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku, motif penyerangan, serta kemungkinan keterkaitannya dengan kelompok bersenjata.

ASN Diserang dari Belakang Saat Berada di Bengkel di Distrik Ilaga

Peristiwa penganiayaan terhadap MM terjadi pada Minggu (1/11/2026) sore ketika korban sedang berada di Bengkel Mandiri Utama, Kampung Alumoni, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah.

Korban yang diketahui merupakan ASN di Kabupaten Puncak tersebut tiba-tiba mengalami serangan menggunakan senjata tajam dari arah belakang.

Penyerangan itu mengakibatkan korban mengalami luka serius pada bagian leher hingga membutuhkan penanganan medis secara intensif.

Berdasarkan laporan awal, senjata tajam yang digunakan dalam penyerangan masih menancap di bagian leher korban setelah kejadian.

Akibat kondisi tersebut, korban kemudian dievakuasi dari wilayah Kabupaten Puncak menuju Makassar melalui Timika pada Senin (2/11/2026).

Evakuasi dilakukan agar korban memperoleh penanganan medis lanjutan atas luka akibat serangan senjata tajam yang dialaminya.

Di sisi lain, tim gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz dan Polres Puncak terus melakukan penyelidikan terhadap peristiwa penganiayaan tersebut.

Polisi Dalami Dugaan Aksi Balas Dendam Setelah Anggota KKB Ditangkap

Dugaan keterlibatan KKB dalam penyerangan terhadap ASN tersebut muncul setelah aparat gabungan melakukan serangkaian kegiatan penegakan hukum terhadap anggota kelompok bersenjata yang masuk daftar pencarian orang (DPO).

Menurut Kombes Yusuf Sutejo, dalam beberapa hari sebelum kejadian, aparat keamanan telah melakukan penegakan hukum terhadap anggota KKB yang berstatus buronan.

Salah seorang anggota kelompok bersenjata yang masuk dalam daftar pencarian orang dilaporkan berhasil ditangkap dalam kegiatan tersebut.

Berdasarkan informasi awal yang diperoleh aparat, penyerangan terhadap MM diduga berkaitan dengan aksi balas dendam atas penangkapan anggota KKB tersebut.

Meski demikian, kepolisian belum dapat memastikan adanya hubungan langsung antara penangkapan anggota kelompok bersenjata dan penyerangan terhadap korban.

Yusuf menegaskan bahwa dugaan motif balas dendam masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan kebenarannya.

"Namun untuk memastikannya saat ini masih dilakukan pendalaman termasuk motif dan keterkaitan," ujar Kombes Yusuf.

Aparat juga belum memastikan bahwa pelaku penyerangan merupakan anggota KKB karena identitas pihak yang bertanggung jawab masih dalam proses pengungkapan.

Satgas Damai Cartenz dan Polres Puncak Terus Selidiki Identitas Pelaku

Tim gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz dan Polres Puncak masih mendalami kasus penyerangan terhadap ASN tersebut untuk mengungkap pelaku dan motif kejadian.

Penyelidikan difokuskan pada kemungkinan keterlibatan anggota kelompok bersenjata serta dugaan hubungan antara penyerangan dan penangkapan anggota KKB yang berstatus DPO.

Aparat berupaya memastikan apakah peristiwa penganiayaan tersebut merupakan tindak kekerasan yang berkaitan dengan aktivitas kelompok bersenjata atau memiliki motif lain.

Hingga keterangan kepolisian disampaikan pada Senin (2/11/2026), dugaan keterlibatan KKB maupun motif balas dendam belum dapat dipastikan.

Sementara proses penyelidikan berlangsung, korban MM telah dievakuasi ke Makassar untuk menjalani perawatan medis intensif akibat luka serius yang dialaminya.

Aparat gabungan masih berupaya mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas penyerangan di Kampung Alumoni, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
NTP Oktober 2026 Naik ke 132,60, Tertinggi dalam Catatan BPS
• 12 jam lalu
0
thumb
Ferry Boboho Akui Pernah Singgung Kasus Harvey Moeis ke Febrie Adriansyah
• 14 jam lalu
0
thumb
LPPOM Soroti Pentingnya Bangun Ekosistem Halal di Industri Bakso, Gandeng Pemasok dan Pelaku UMKM
• 8 jam lalu
0
thumb
DTIIF 2026 Resmi Ditutup, Danantara Indonesia Hasilkan Kemitraan Strategis untuk Industri Nasional
• 10 jam lalu
0
thumb
Produksi Migas Pertamina Hulu Energi Tembus 945 Ribu BOEPD hingga September 2026
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.