Jakarta, tvOnenews.com - Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil (BNPPDT) kini mulai tancap gas dalam memetakan kebutuhan mendasar di wilayah terluar Indonesia melalui program bertajuk "Bangun Beranda Negeri".
Inisiatif ini dirancang untuk mendata secara rinci apa saja yang diperlukan masyarakat di kawasan perbatasan dan daerah terpencil sebagai dasar prioritas pembangunan.
Kepala BNPPDT, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, mengungkapkan bahwa program ini akan memprioritaskan infrastruktur dasar seperti pembangunan jembatan dan penyediaan akses air bersih.
"Tadi kami diskusi bahwa nanti BNPPDT ini punya program Bangun Beranda Negeri. Jadi, didata di daerah-daerah itu perlu jembatan berapa, perlu air bersih berapa, perlu apa kira-kira fasilitas lain yang bisa kita kerjakan bersama," ujar Maruli saat memberikan pengarahan daring kepada para Kepala Pos Lintas Batas Negara (PLBN), Senin (2/11).
Selain infrastruktur skala besar, Maruli juga menyoroti masalah penanganan sampah dan ketersediaan listrik.
Pihaknya kini tengah memproses aspek legalitas penggunaan insinerator sebagai solusi pengelolaan sampah di kawasan perbatasan.
Menanggapi perubahan nomenklatur dari BNPP menjadi BNPPDT yang memperluas cakupan tugas ke daerah terpencil, Maruli meminta seluruh jajarannya untuk bergerak cepat.
Ia menginstruksikan agar permasalahan fasilitas yang relatif sederhana dapat segera diselesaikan pada tahun depan.
“Banyak hal tadi yang saya kira bisa segera kita selesaikan. Permasalahan-permasalahan yang saya kira tidak terlalu rumit, ya. Masalah fasilitas-fasilitas dan lain sebagainya, mudah-mudahan di tahun depan kita bisa segera eksekusi,” tambahnya.
Sebagai langkah penguatan, Maruli juga mewajibkan setiap Kepala PLBN untuk membangun koordinasi yang solid dengan Komandan Distrik Militer (Dandim) setempat.
Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat identifikasi persoalan di lapangan sekaligus memastikan program pembangunan benar-benar tepat sasaran bagi kesejahteraan masyarakat di garda terdepan bangsa. (dpi)





Komentar (0)