RS Polri ungkap ada sejumlah tanda kekerasan di jasad balita di Jaksel

antaranews.com
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati mengungkap adanya sejumlah tanda-tanda kekerasan baru maupun lama pada tubuh balita perempuan berinisial SF (2) yang menjadi korban dugaan penganiayaan hingga meninggal dunia di wilayah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Dokter Spesialis Forensik RS Polri Kramat Jati dr. Asri Megaratri Pralebda mengatakan jenazah korban diterima pihaknya di Instalasi Forensik pada Minggu (1/11) siang guna menjalani pemeriksaan dan autopsi atas permintaan penyidik Polsek Kebayoran Lama.

"Kami menemukan keadaan anak tersebut gizinya tidak sesuai dengan usianya, kurang dari normal. Kemudian kami juga menemukan beberapa tanda-tanda kekerasan pada daerah wajah, perut, dada, dan keempat anggota gerak, baik itu kekerasan yang baru maupun kekerasan yang lama," ujar dr. Asri saat konferensi pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin.

Ia menjelaskan, untuk memastikan adanya kekerasan pada struktur tulang, pihak kedokteran forensik juga telah melakukan pemeriksaan rontgen tulang di RS Polri.

Selain itu, hasil autopsi sementara menunjukkan adanya kesesuaian dengan temuan luka pada organ tubuh bagian dalam, baik di bagian dada maupun perut.

Baca juga: Polisi tangkap pria aniaya balita hingga tewas di Kebayoran Lama

Kendati demikian, pihak forensik belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kematian korban secara final pada Senin (2/11) ini. Tim medis masih harus menunggu hasil pemeriksaan laboratorium lanjutan, termasuk pemeriksaan histopatologi forensik dan toksikologi forensik.

"Sebab kematian masih kami alami lebih lanjut, Bapak dan Ibu, sehingga belum bisa kami rilis hari ini," imbuhnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Muhammad Iskandar Syah menegaskan bahwa jajarannya bersama Polsek Kebayoran Lama mengusut kasus ini menggunakan pendekatan ilmiah (scientific investigation).

"Kami tidak bisa menyimpulkan secara langsung penyebab kematiannya adalah apa, tapi yang jelas kami melaksanakan olah TKP dan keterangan saksi kami ambil bahwa ada dugaan penganiayaan yang menyebabkan kematian," jelas AKBP Iskandar Syah.

Dalam kasus ini, kepolisian telah menetapkan dua orang tersangka, yakni seorang pria berinisial AR dan ibu kandung korban berinisial J, serta mengamankan barang bukti berupa jenazah yang sempat dikuburkan di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.

Baca juga: Polisi ungkap peran dua tersangka dalam tewasnya balita di Jaksel

Baca juga: Polisi apresiasi warga bantu ungkap penganiayaan balita di Jaksel


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
12 Drama Korea Terbaru November 2026, Ada The Remarried Empress hingga The Substitute
• 14 jam lalu
0
thumb
Siapa Herri Pras? YouTuber Asal Jember yang Digeruduk Sekelompok Pria usai Tantang Duel sampai Mati
• 5 jam lalu
0
thumb
Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Naik Sidik, Betrand Peto Siapkan Saksi yang Meringankan
• 2 jam lalu
0
thumb
Badai Cedera Pemain Pusingkan Zinedine Zidane Susun Skuad Prancis
• 16 jam lalu
0
thumb
Waspada! Getaran Banjir Semeru Terekam Selama 6 Jam, PVMBG: Penambang Pasir Setop Aktivitas
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.