Iyyas Subiakto Yakin Gibran Masih Punya Peluang di Pilpres 2029

cumicumi.com
2 jam lalu
Cover Berita
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
  • ‌
‌
‌
‌
‌
‌
  • ‌
‌
‌
‌
‌
‌
  • ‌
‌
‌
‌
‌
‌
  • ‌
‌
‌
‌
‌
‌
  • ‌

Cumicumi.com, JAKARTA - Pengamat politik Iyyas Subiakto meyakini Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka masih memiliki peluang dalam peta persaingan politik menuju Pilpres 2029. Ia menilai tekanan politik yang dihadapi Gibran tidak serta-merta membuat dukungan terhadap putra sulung Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) tersebut melemah.

Iyyas menyampaikan pandangannya saat diwawancarai di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (31/10/2026). Menurutnya, Gibran memiliki modal politik yang berasal dari dukungan masyarakat terhadap Jokowi.

Ia bahkan menggambarkan tekanan politik yang dihadapi Gibran seperti sebuah pegas. Semakin besar tekanan yang diterima, semakin kuat pula pantulannya.

"Makin ditekan makin naik. Ibarat pegas tahu enggak? Per. Kalau tekanannya tinggi lentingannya pasti tinggi. Tekanannya berat lentingannya pasti tinggi," ujar Iyyas.

Iyyas mengaku tetap yakin Gibran dapat memperoleh dukungan masyarakat dalam kontestasi politik mendatang. Ia juga menilai pengaruh politik Jokowi masih menjadi salah satu faktor yang dapat memperkuat posisi Gibran.

"Saya tetap yakin Gibran akan terpilih. Karena dia didukung masyarakat Indonesia, didukung oleh kekuatan Jokowi yang 58 persen kemarin memenangkan itu, itu masih ada sama Gibran," katanya.

Selain membahas Gibran, Iyyas turut menyinggung peluang Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam menghadapi persaingan politik mendatang.

Ia menilai PSI berpotensi menjadi alternatif bagi masyarakat yang merasa tidak puas terhadap partai politik yang selama ini mendominasi parlemen.

"Kalau saya yakin, PSI adalah partai harapan. Dia akan dipilih orang karena masyarakat muak dengan partai yang ada," tuturnya.

Iyyas juga menyinggung parliamentary threshold atau ambang batas parlemen. Ia menyatakan optimistis PSI mampu memperoleh dukungan yang cukup untuk memenuhi ambang batas tersebut.

Bahkan, Iyyas menyebut angka 10 persen sebagai target yang menurutnya dapat dicapai PSI. Namun, pernyataan itu merupakan optimisme pribadinya, bukan gambaran hasil survei elektabilitas maupun ketentuan ambang batas yang sudah dipastikan berlaku pada Pemilu 2029.

Lebih lanjut, Iyyas berpandangan sistem kepartaian di Indonesia perlu dibenahi. Ia mengusulkan agar Undang-Undang Partai Politik dikaji kembali untuk membuka ruang perbaikan dalam sistem politik nasional.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan alternatif politik di tengah ketidakpuasan terhadap partai-partai yang sudah ada.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kapolda Jabar Perintahkan Propam Tindak Tegas Anggota yang Kedapatan Pakai Vape
• 4 jam lalu
0
thumb
Polda Metro Jaya Gerebek Kampung Bahari, Sita Narkoba hingga Senjata Api | KOMPAS PAGI
• 7 jam lalu
0
thumb
Harga Emas Antam Naik Jadi Rp 2,53 Juta Senin 2 November, Buyback Ikut Melesat
• 10 jam lalu
0
thumb
KPK Panggil Dua Anggota DPRD Pemalang Terkait Kasus Pemerasan Bupati Anom
• 5 jam lalu
0
thumb
Foto: Potret Truk Molen Terguling di Bekasi yang Menewaskan 6 Orang
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.