Sebelum Dibunuh, Bayi 20 Bulan di Kebayoran Lama Kerap Disiksa dan Kekurangan Gizi

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Dokter ahli forensik Rumah Sakit Polri Kramat Jati menemukan sejumlah tanda kekerasan pada tubuh bayi perempuan berusia 20 bulan yang tewas diduga akibat penganiayaan oleh orang tuanya di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Dokter juga melakukan pemeriksaan rontgen untuk memastikan adanya dugaan kekerasan pada tulang korban.

Hal tersebut disampaikan Dokter Spesialis Forensik RS Polri Kramat Jati, Asri Megaratri Pralebda, dalam konferensi pers pengungkapan kasus di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (2/11).

Asri menjelaskan, jenazah korban berinisial SF diterima pihaknya pada Minggu (1/11) sekitar pukul 12.00 WIB. Pemeriksaan luar dan autopsi kemudian dilakukan sekitar pukul 14.00 WIB.

"Dalam surat permintaan tersebut disebutkan bahwa korban mengalami kasus dugaan kekerasan terhadap anak yang menyebabkan kematian," kata Asri.

Dari hasil pemeriksaan luar, dokter menemukan sejumlah tanda kekerasan pada beberapa bagian tubuh korban. Yang meliputi bagian wajah, perut, dada, hingga keempat anggota gerak. Kekerasan yang ditemukan juga terdiri dari luka yang baru maupun yang sudah lama.

"Kami juga menemukan beberapa tanda-tanda kekerasan pada daerah wajah, perut, dada, dan keempat anggota gerak. Baik itu kekerasan yang baru maupun kekerasan yang lama," ungkapnya.

Berdasarkan temuan tersebut, tim forensik kemudian melakukan pemeriksaan rontgen terhadap tulang-tulang korban di Rumah Sakit Polri. Pemeriksaan itu dilakukan untuk memastikan apakah terdapat patah tulang akibat kekerasan.

"Sehingga berdasarkan kecurigaan tersebut, kami melakukan pemeriksaan rontgen tulang-tulang di Rumah Sakit Polri untuk memastikan adanya kekerasan terhadap tulang yaitu patah tulang," jelas Asri.

Selain temuan pada pemeriksaan luar, hasil autopsi juga menunjukkan adanya cedera pada organ tubuh bagian dalam korban, terutama di bagian dada dan perut.

"Dari hasil autopsi juga kami menemukan hal yang sejalan pada saat pemeriksaan luar yaitu kami menemukan tanda-tanda kekerasan atau cedera pada organ-organ tubuh bagian dalam," ungkapnya.

Meski demikian, Asri mengatakan pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kematian korban. Tim forensik masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium, termasuk pemeriksaan histopatologi forensik.

Pihaknya juga telah menyiapkan sejumlah sampel untuk pemeriksaan toksikologi forensik di Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri apabila diperlukan oleh penyidik.

"Untuk sebab kematian kami masih alami lebih lanjut," kata Asri.

"Namun hasil pasti masih kami alami dengan pemeriksaan laboratorium antara lain dengan pemeriksaan histopatologi forensik yang dilakukan nanti di Rumah Sakit Polri Kramat Jati," tutupnya.

Sebelumnya, polisi menetapkan ibu kandung dan ayah tiri yang membunuh bayi perempuan berusia 20 bulan di toilet umum Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, sebagai tersangka. Mereka dijerat dengan pasal berlapis terkait kekerasan terhadap anak.

"Pasal 76C juncto Pasal 80 ayat (3) UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak juncto Pasal 468 ayat (2) UU Nomor 1 Tahun 2023 dan atau Pasal 458 ayat (2) UU Nomor 1 Tahun 2023," kata Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Seala Syah Alam, Minggu (1/11).

Kedua pelaku masing-masing berinisial AR (22), ayah tiri korban, dan JM (20), ibu kandung korban. Seala mengatakan, pembunuhan itu dilakukan dengan cara menenggelamkan korban di toilet umum.

“Terkait anak tersebut, itu dibunuh oleh kedua orang tuanya, yaitu ibu kandungnya dan ayah tirinya. Itu kejadiannya itu motif karena ekonomi, mereka tidak mampu,” ungkap Seala.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Meriahnya Magelang Ethno Carnival 2026, Ciptakan Multiplier Effect bagi Ekonomi
• 23 jam lalu
0
thumb
Amakan Pasokan, Rusia Perpanjang Larangan Ekspor Solar hingga Akhir Januari 2027
• 4 jam lalu
0
thumb
Susah Tidur Setiap Malam? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
• 4 menit lalu
0
thumb
Mario Aji sesalkan hasil DNF Moto2 Malaysia
• 20 jam lalu
0
thumb
Kapolres Sukoharjo Dicopot Buntut Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo
• 59 menit lalu
0
Berhasil disimpan.