PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menggandeng PT Surveyor Indonesia (Persero) untuk mempersiapkan lebih banyak perusahaan mengakses pendanaan melalui pasar modal, termasuk dari kalangan usaha kecil dan menengah (UKM).
Kerja sama ini bertujuan meningkatkan kualitas informasi keuangan dan nonkeuangan perusahaan, memperkuat tata kelola, serta memastikan kesiapan perusahaan sebelum maupun setelah menjadi perusahaan terbuka.
Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik mengatakan kesiapan perusahaan untuk melantai di bursa tidak cukup hanya dilihat dari besarnya pendapatan atau aset. Perusahaan juga harus memiliki legalitas yang jelas, manajemen risiko yang baik, transparansi, serta memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG), termasuk dekarbonisasi.
"Kesiapan untuk menjadi perusahaan publik bukan hanya soal pendapatan atau aset, melainkan juga legalitas, tata kelola, manajemen risiko, transparansi, serta kesiapan menghadapi tuntutan keberlanjutan termasuk ESG dan dekarbonisasi," ujar Jeffrey dalam peluncuran "Go Public Academy for SME" di Jakarta, Senin (2/11/2026).
Menurutnya, kolaborasi dengan Surveyor Indonesia menjadi salah satu langkah BEI untuk memperkuat ekosistem pasar modal. Melalui kerja sama ini, perusahaan diharapkan memiliki data dan informasi bisnis yang lebih akurat serta siap memenuhi kewajiban sebagai perusahaan publik.
Direktur Utama Surveyor Indonesia Fajar Wibhiyadi mengatakan, pihaknya siap mendukung calon emiten melalui layanan pemeriksaan, verifikasi, dan validasi secara independen.
Pemeriksaan tersebut mencakup informasi keuangan, data operasional, aset, laporan keberlanjutan, indikator ESG, hingga emisi gas rumah kaca.
Surveyor Indonesia juga memiliki pengalaman dalam sertifikasi dan verifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), sertifikasi halal, serta menjadi lembaga validasi dan verifikasi dalam ekosistem IDXCarbon.
Kemampuan tersebut diharapkan membantu perusahaan memenuhi tuntutan transparansi dan pelaporan keberlanjutan yang semakin penting di pasar modal.
Kerja sama kedua pihak turut diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman tentang penguatan keandalan dan kepercayaan terhadap ekosistem pasar modal Indonesia yang berkelanjutan.
Baca Juga: 42 Perusahaan Kecil dan Menengah Raup Rp2 Triliun dari BEI
Baca Juga: BEI Kaji Insentif Pajak Emiten, Diskon Tarif 3% Disorot
Selain menggandeng Surveyor Indonesia, BEI juga memperluas kerja sama dengan Kementerian UMKM melalui program Go Public Academy for SME.
Program ini memberikan pendampingan kepada perusahaan menengah, mulai dari memperkuat fundamental bisnis hingga mempersiapkan persyaratan untuk mencatatkan saham di bursa.
Jeffrey menegaskan, BEI tidak hanya ingin meningkatkan jumlah perusahaan tercatat atau emiten, tetapi juga memastikan kualitas perusahaan yang masuk ke pasar modal semakin baik. Dengan begitu, pasar modal dapat menjadi sumber pendanaan jangka panjang bagi dunia usaha.






Komentar (0)