DPR RI Harap Konser Andrea Bocelli Sama Seperti Kanye West: Bisa Beri Dampak Pergerakan Ekonomi

tvonenews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni berharap konser penyanyi legendaris dunia Andrea Bocelli di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta pada 3 November 2026 turut berdampak terhadap peningkatan ekonomi.

Hal itu, kata Sahroni, melihat dampak ekonomi daerah dan pariwisata saat konser Andrea Bocelli di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, pada Sabtu (31/10).

Menurutnya, kehadiran ribuan penonton turut menggerakkan berbagai sektor ekonomi mulai dari perhotelan, kuliner, transportasi, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Saya berharap konsernya di Jakarta nanti juga bisa memberikan dampak ekonomi yang sama bahkan lebih, seperti konser Kanye West kemarin,” kata Sahroni, Jakarta, Senin (2/11).

Selain dampak ekonomi, Sahroni juga menyoroti sosok Andrea Bocelli sebagai figur inspiratif.

Menurutnya, penyanyi asal Italia tersebut merupakan legenda musik dunia yang mampu membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk terus berkarya dan memberikan inspirasi kepada banyak orang.

“Kita juga tahu, Andrea Bocelli adalah seorang legenda musik dunia yang juga penyandang disabilitas. Dengan keterbatasannya ini dia tetap mampu berkarya dan memukau kita semua,” ujarnya.

Sahroni menilai perjalanan dan pencapaian Bocelli menjadi pesan positif bagi masyarakat bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berprestasi dan menghasilkan karya, terlepas dari keterbatasan yang dimiliki.

“Ini tentunya menjadi inspirasi bagi kita semua bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berkarya,” ujarnya.

Sebelumnya, Maestro tenor dunia asal Italia, Andrea Bocelli menggelar konser bertajuk 'Romanza 30th Anniversary World Tour' di kawasan Candi Borobudur, Magelang, pada Sabtu 31 Oktober lalu.

Konser ini juga diwarnai misi sosial. Promotor Shoemaker Live mengumpulkan donasi untuk membagikan 100.000 pasang sepatu kepada anak-anak di Palestina dan negara lain yang terdampak konflik.

Founder Shoemaker Live, Prajna Murdaya, menegaskan bahwa acara ini bermakna lebih dari sekadar hiburan.

"Kami memahami bahwa bagi banyak orang, konser ini memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar pertunjukan musik. Ada kepedulian mendalam terhadap mereka yang harus menghadapi konflik dan kehilangan. Kami mendengarkan setiap pandangan tersebut dengan hati terbuka," ujar Prajna. (raa/dpi)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bimbim Slank Ingatkan Musisi Muda Berani Kritik Lewat Karya
• 13 jam lalu
0
thumb
Lima Ribu Orang Ikuti Grand Opening Bulan Solidaritas Palestina 2026
• 20 jam lalu
0
thumb
IHSG Anjlok 7% Sepekan, Asing Lepas 10 Saham Ini
• 8 jam lalu
0
thumb
Menlu Tata Hadiri Forum Menlu G20, Soroti Konflik hingga Ketahanan Energi dan Pangan
• 23 jam lalu
0
thumb
Dengan SMK 3+1 dan LKP, Siswa Siap Kerja ke Jepang hingga Jerman
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.