Perbedaan manfaat mandi di pagi dan malam hari

antaranews.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Dokter spesialis kulit di New York Dermatology Group Carmen Castilla, MD menjelaskan perbedaan manfaat yang bisa kita dapat dari mandi pada saat pagi dan malam hari.

Castilla dalam siaran Real Simple pada Minggu (1/11) waktu setempat, menyampaikan hal itu telah menjadi perdebatan sejak lama. Tetapi kedua waktu tersebut sama-sama baik bagi kesehatan kulit.

Mengutip studi "Sleep Foundation", Castilla membeberkan sekitar 41,8 persen orang mandi pada pagi hari. Pada waktu ini semua keringat dan sel-sel kulit mati dapat terangkat dan mencegah timbulnya bau badan akibat keringat di malam hari.

Mandi di pagi hari juga dapat membantu tubuh segar lebih cepat, terutama bila menggunakan air dengan suhu yang lebih dingin.

Baca juga: Cara mandi yang tepat untuk jaga mikrobioma kulit tetap sehat

“Mandi air dingin dapat meningkatkan kortisol, hormon stres, yang dapat memberi energi sehingga menjadi pilihan yang lebih baik di pagi hari,” kata Castilla.

Manfaat lain yang akan didapat yakni rambut menjadi lebih bagus untuk ditata karena baru saja dicuci dengan sampo, walaupun Castilla meyakini aroma apapun dari sampo tidak akan memberikan dampak lain pada rambut.

“Tidak ada bukti ilmiah bahwa aroma yang berbeda akan memberikan manfaat lebih pada waktu yang berbeda dalam sehari," ucapnya.

Sedangkan mandi di malam hari membantu menenangkan pikiran sebelum tidur.

Castilla menilai hal ini dapat terjadi karena sepanjang hari tubuh jadi berkeringat karena berbagai ragam aktivitas, juga terpapar oleh kotoran maupun bahan kimia dari lingkungan sekitar.

Mandi cepat sebelum tidur dapat memastikan menghilangkan semua produk, kotoran, dan debu yang menempel pada tubuh dan tidur dengan kondisi bersih.

Baca juga: Kebiasaan berikut perlu dihentikan saat berada di kamar mandi

Supaya tubuh menjadi lebih rileks, tidak tegang dan tidur lebih nyenyak, gunakan air hangat selama waktu mandi. Dia tidak menyarankan penggunaan air dengan suhu yang terlalu panas karena akan mengeringkan kulit.

“Secara kontraintuitif, ini membantu mendinginkan tubuh dengan melebarkan pembuluh darah di kulit. Begitu anda keluar dari kamar mandi, panas akan cepat dilepaskan melalui kulit, menyebabkan penurunan suhu tubuh yang merupakan salah satu sinyal yang memberi tahu tubuh bahwa sudah waktunya untuk tidur," ucapnya.

Bagi individu yang memiliki kulit kering atau kondisi tertentu, gunakanlah pelembab yang dapat menghidrasi kulit tepat sebelum tidur supaya kulit lebih terjaga.

Pada akhirnya semua kembali pada preferensi pribadi dan kapan waktu luang yang individu miliki. Namun yang pasti, Castilla menekankan melewatkan waktu mandi dapat menyebabkan kulit kering dan gatal.

Baca juga: Mitos atau fakta mandi malam menyebabkan rematik ?

Baca juga: Mitos atau fakta: Mandi saat petir bisa membuat tersambar

Baca juga: Bolehkah mandi saat berkeringat? Ini penjelasan medisnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Investasi Domestik Tembus Rp2.000 Triliun di Era Prabowo, Kadin: Fondasi Ekonomi Kian Tangguh
• 14 jam lalu
0
thumb
Sidang Letjen Widi: Pengacara Ungkap 7 Kejanggalan Kasus Kebun Carui
• 2 jam lalu
0
thumb
Menlu Tata Hadiri Forum Menlu G20, Soroti Konflik hingga Ketahanan Energi dan Pangan
• 22 jam lalu
0
thumb
Kapolri Audiensi dengan Kepala BPOM, Perkuat Pengawasan dan Penegakan Hukum Narkotika Hingga MBG
• 1 jam lalu
0
thumb
Kena Bobol Rp114 T, Binance Sudah Ganti 95%-Penarikan Dibuka Lagi
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.