PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 25 persen menjadi Rp37,97 miliar sepanjang sembilan bulan pertama 2026.
IDXChannel - PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 25 persen menjadi Rp37,97 miliar sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Kinerja tersebut ditopang oleh peningkatan pendapatan, terutama dari lini bisnis production house, acara, dan ticketing.
Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan pada 30 Oktober 2026, RANS membukukan total pendapatan sebesar Rp243,74 miliar hingga September 2026. Angka tersebut meningkat 5,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp231,99 miliar.
Lini bisnis production house, acara, dan ticketing menjadi kontributor pendapatan terbesar dengan nilai Rp86,39 miliar atau 35,4 persen dari total pendapatan perusahaan milik artis Raffi Ahmad itu. Segmen ini mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 117,7 persen dibandingkan Rp39,69 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Kontributor terbesar kedua berasal dari penjualan produk makanan, minuman, dan kecantikan berbasis kekayaan intelektual (intellectual property/IP). Segmen tersebut menyumbang Rp74,12 miliar atau 30,4 persen dari total pendapatan, naik 2,9 persen dibandingkan Rp72,01 miliar pada sembilan bulan pertama 2025.
Seiring peningkatan pendapatan, beban pokok pendapatan RANS turut naik 11,5 persen menjadi Rp154,18 miliar dari Rp138,30 miliar. Meski demikian, perseroan berhasil meningkatkan laba operasi sebesar 18,4 persen menjadi Rp42,12 miliar dibandingkan Rp35,56 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
"Dengan kinerja tersebut, laba periode berjalan RANS meningkat menjadi Rp35,07 miliar dari Rp27,54 miliar pada sembilan bulan pertama 2025. Pertumbuhan laba ini lebih tinggi dibandingkan kenaikan pendapatan perseroan," kata Corporate Secretary RANS, Chintami M. Sihombing dalam keterangan resmi, Senin (2/11/2026).
Dari sisi neraca, total aset RANS meningkat 85,6 persen menjadi Rp855,73 miliar per 30 September 2026 dibandingkan Rp461,03 miliar pada akhir 2025. Kenaikan tersebut terutama didorong oleh kas dan setara kas yang melonjak 406,8 persen menjadi Rp507,43 miliar, seiring penerimaan dana hasil penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) sebesar Rp429,25 miliar sebelum dikurangi biaya emisi.
Di sisi lain, total liabilitas perseroan turun 35,78 persen menjadi Rp77,21 miliar dari Rp120,23 miliar pada akhir 2025. Penurunan tersebut terutama didukung pelunasan sisa utang bank sebesar Rp37,3 miliar selama sembilan bulan pertama 2026.
Penguatan posisi keuangan juga tercermin dari kenaikan rasio lancar (current ratio) dari 2,63 kali menjadi 8,66 kali. Sementara itu, rasio liabilitas terhadap aset (debt to asset ratio) turun dari 26,1 persen menjadi 9 persen.
"Dengan struktur keuangan yang semakin kuat, RANS optimistis dapat memanfaatkan peluang pertumbuhan usaha dan menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham serta pemangku kepentingan," ujarnya.
(Rahmat Fiansyah)






Komentar (0)