Boyamin Sebut Nusron Wahid Bakal ke Jepang, Khawatir Kembali Mangkir dari Panggilan KPK

rctiplus.com
1 jam lalu
Cover Berita
Boyamin Sebut Nusron Wahid Bakal ke Jepang, Khawatir Kembali Mangkir dari Panggilan KPKNasional | sindonews | Senin, 2 November 2026 - 11:24Dengarkan Berita

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menyebut Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid bakal melakukan perjalanan dinas ke Jepang. Menurut Boyamin, anggaran perjalanan dinas tersebut telah diajukan pada pekan lalu.

"Pak Nusron Wahid akan bepergian ke Jepang. Dari mana ini didapat? Karena minggu kemarin sedang diajukan anggaran untuk dinas Pak Nusron Wahid ke Jepang," ujar Boyamin dalam keterangannya, Senin (2/11/2026).

Baca juga: KPK Yakin Nusron Wahid Punya Tanggung Jawab Moral Jika Dipanggil Penyidik

Boyamin menduga rencana perjalanan dinas tersebut berpotensi kembali dijadikan alasan oleh Nusron untuk tidak memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia khawatir Nusron kembali mangkir apabila sewaktu-waktu dipanggil lembaga antirasuah tersebut.

"Maka potensi beliau akan mangkir lagi dengan alasan sedang dinas ke luar negeri, sebagaimana dulu mangkir dari panggilan KPK dengan alasan dinas ke Johor Bahru, Malaysia. Meskipun ya jalannya lucu, dari Singapura," jelas dia.

Baca Juga:Identitas Jasad Pria Terdampar di Pantai Garongan Terungkap, Warga Bantul yang Hilang

Boyamin juga menyayangkan sikap KPK yang dinilai tidak tegas menindaklanjuti ketidakhadiran Nusron dalam pemanggilan sebelumnya.

Baca juga: Orang Kepercayaan Nusron Wahid Kena OTT KPK, Wamen ATR/BPN Buka Suara

Menurut dia, KPK seharusnya segera kembali memanggil Nusron setelah yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan dengan alasan perjalanan dinas ke luar negeri.

"Nampaknya dengan alasan pergi ke Malaysia ini atau dinas ke luar negeri inilah yang dipakai modus untuk menghindar dari panggilan, maka kemudian dipersiapkan untuk diulang lagi," ujar dia.

Dia menilai ketidaktegasan KPK, termasuk tidak melakukan pemanggilan paksa, membuat proses pemeriksaan terhadap Nusron berlarut-larut.

"Nah, yang disayangkan adalah sebenarnya KPK. Dengan tidak tegas memanggil dan tidak memanggil paksa, maka kemudian menjadi berlarut-larut," tandas Boyamin.

#nasional

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
WHO Nyatakan Wabah Polio di Indonesia Berakhir, Imunisasi Anak Tetap Harus Diperkuat
• 23 jam lalu
0
thumb
Kimi Antonelli Juara Dunia F1 Termuda Sepanjang Sejarah
• 5 jam lalu
0
thumb
5 Rekomendasi Motor Matic Bekas Rp10 Jutaan, Ada Honda BeAT hingga Yamaha Lexi
• 21 jam lalu
0
thumb
Kronologi Truk Molen Tabrak Kerumunan hingga 6 Orang Tewas di Bekasi
• 13 jam lalu
0
thumb
Mount Dukono Erupts Twice in North Maluku, Ash Column Reaches 950 Meters
• 11 menit lalu
0
Berhasil disimpan.