Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, harus menyampaikan kabar kurang menyenangkan setelah kemenangan atas Liverpool. Padahal, kemenangan itu membawa The Gunners ke puncak klasemen Liga Inggris 2026-2027.
Arsenal kini menguasai puncak klasemen Premier League secara absolut dengan raihan 24 poin. Mereka sebelumnya berbagi dengan Manchester City, namun kini ada jarak tiga poin di antara keduanya.
Hal itu beriringan dengan keberhasilan The Gunners menaklukkan Liverpool dengan skor 1-0 di Anfield pada Minggu (1/11/2026) kemarin malam WIB. Sedangkan sehari sebelumnya, The Citizens kandas dengan skor 0-1 dari Brighton & Hove Albion.
Gol Kai Havertz yang memanfaatkan umpan Declan Rice menjadi satu-satunya pembeda dalam kemenangan Arsenal. Namun, di tengah kebahagiaan usai meraih kemenangan perdana di Anfield pada pentas Liga Inggris sejak 2012, Mikel Arteta harus menyampaikan kabar buruk.
Eberechi Eze hanya menjadi pemain cadangan dalam pertandingan ini dan Arteta mengungkap alasannya. Sang penyerang sayap Timnas Inggris mengalami cedera, jadi dia perlu berhati-hati dalam memainkannya.
“Kami juga mengalami masalah dengan Ebs. Sungguh luar biasa dia bisa masuk dalam skuad hari ini,” kata Arteta, sebagaimana dilansir dari Hayters.
Arteta tidak memainkan Eze atas rekomendasi tim medis. Dia pun memuji kinerja tim medis yang mampu mengelola kebugaran para pemain di tengah padatnya jadwal.
“Saya ingin memberikan pujian kepada seluruh tim medis dan tim performa karena apa yang mereka lakukan dengan para pemain itu sungguh luar biasa. Setiap tiga hari sekali mereka merawat semua orang di level ini,” katanya.
“Itulah mengapa terkadang di sinilah Anda memenangkan pertandingan sepak bola atau tidak. Ketika Anda memiliki seseorang yang tersedia atau tidak, dan mereka pantas mendapatkan pujian itu,” tambahnya.
Ketiadaan Eze berhasil ditutupi oleh kembalinya Christos Tziolis yang kembali bermain setelah sebulan absen. Sang pemain Timnas Yunani langsung menjadi starter dan Arteta memuji performanya.
“Itulah energi yang dia miliki saat latihan. Ketika saya menanyakan seberapa yakinnya dia,” katanya.
“Dengan Christos, itu luar biasa. Dia tidak ingin keluar, dia ingin menyelesaikan pertandingan. Kami mengambil beberapa risiko, tetapi pada saat itu kami memutuskan, oke, sekarang sudah cukup,” sambungnya. (rda)





Komentar (0)