JAKARTA — Pemerintah mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Aceh. Diketahui, bencana Aceh menyebabkan ratusan orang meninggal.
Sementara itu, realisasi belanja tambahan Transfer ke Daerah (TKD) Kabupaten Aceh Barat per 30 Oktober 2026 mencapai 50,87 persen. Capaian ini melampaui batas minimal 50 persen pada akhir Oktober yang didorong Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Aceh.
Berdasarkan rekapitulasi per 30 Oktober 2026, total pagu tambahan TKD Aceh Barat Rp68,12 miliar (Rp68.121.911.000) untuk 328 paket pekerjaan.
Kepala Posko Wilayah (Kaposwil) Satgas PRR Aceh, Safrizal ZA, mengatakan, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berhasil melampaui target minimal 50 persen pada akhir Oktober, sebagaimana yang ia tekankan saat evaluasi realisasi tambahan TKD se-Aceh di Takengon, Aceh Tengah, awal Oktober lalu.
Namun kata dia, pekerjaan belum selesai. Momentum ini harus terus dijaga agar seluruh kegiatan dapat dituntaskan tepat waktu dan memberi manfaat bagi masyarakat.
“Realisasi bergerak pesat sejak Agustus. Menurut pemantauan Satgas PRR, realisasinya 8,96 persen (Rp6,1 miliar) pada 31 Juli 2026 dan naik menjadi 23,02 persen (Rp15,68 miliar) pada 7 Agustus. Per 9 September, Pemkab Aceh Barat mencatat 33,74 persen (Rp22,98 miliar),” ujarnya.
Pemantauan serapan di setiap Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) dibagi dalam tiga status: hijau untuk realisasi di atas 55 persen, kuning untuk 40 hingga 55 persen, dan merah untuk di bawah 40 persen.





Komentar (0)