Pedagang Sebut 90 Persen Konsumen Mobil Listrik Bekas Khawatir Soal Baterai

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Di tengah kehadiran beragam mobil elektrifikasi anyar, opsi mencari mobil listrik (EV) bekas masih cukup diminati konsumen. Kondisi kesehatan baterai hingga potensi biaya perbaikannya menjadi pertimbangan utama sebelum membeli.

Felix, pedagang mobil bekas Linardi Auto Car di Mega Glodok Kemayoran (MGK), Jakarta Pusat, mengungkapkan bahwa sekitar 90 persen konsumen yang ditemuinya masih menaruh perhatian pada kondisi baterai mobil listrik.

“Kami (pedagang) harus adaptasi ke pasar (ikut jual EV), konsumennya mesti diadaptasi juga. 90 persen masih konsen kepada baterai karena mereka takut nanti itu baterainya bocor, korslet, atau apa lah,” buka Felix saat dijumpai kumparan belum lama ini.

Menurutnya, kekhawatiran tersebut juga dipengaruhi anggapan bahwa biaya penggantian baterai bisa mencapai sekitar 50 persen dari harga mobil, bahkan lebih. Hal ini membuat calon pembeli cenderung mencari informasi lebih dulu sebelum memutuskan transaksi.

Selain kondisi baterai, Felix bilang banyak juga calon pembeli yang biasanya menanyakan jarak tempuh kendaraan dalam sekali pengecasan. Odometer dan kondisi bodi pun ikut diperiksa untuk memastikan mobil bekas yang dipilih masih layak digunakan.

"Secara pandangan mirip dengan konsumen mobil bensin. Sampai detik ini kan pajak masih disubsidi kan. Kalau pajaknya sudah normal nggak tahu ya, orang mungkin kapok juga," tambahnya.

Felix menyampaikan cara menentukan harga jual mobil setrum tidak jauh berbeda dengan mobil konvensional. Hanya saja EV memiliki depresiasi harga yang lebih tinggi dan keuntungan penjualannya tak sebanyak mobil konvensional.

EV sendiri sampai saat ini cukup diminati di pasar mobil bekas, utamanya mobil kompak seperti Wuling Air EV dan Binguo. Felix menuturkan sejumlah model lainnya turut dicari oleh beberapa calon konsumen.

"BYD M6 juga banyak peminatnya, tapi saya belum berani ngambil karena harganya nggak ada yang benar (masih tinggi). Kami hitungannya masih berani lah ngambil peluang jual mobil listrik. Kalau nggak belajar ngikutin pasar ya ketinggalan zaman," tutup Felix.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
8 Kategori Penerima PKH Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Ada yang Bisa Terima Bantuan hingga Rp2,7 Juta
• 5 jam lalu
0
thumb
Alfamidi (MIDI) Raup Laba Rp705,57 Miliar hingga September, Naik 19 Persen
• 6 jam lalu
0
thumb
Ancol jadikan Masjid Apung pusat ibadah dan ruang interaksi sosial
• 4 jam lalu
0
thumb
Beras SPHP Diduga Dioplos, Potensi Kerugian Negara Capai Rp6,07 Miliar per Hari
• 39 menit lalu
0
thumb
Langka, Harga Beras Premium di Semarang Naik Jadi Rp18 Ribu per Kilogram | KOMPAS SIANG
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.