BMKG Peringatkan Awan Cumulonimbus di 18 Area, Ini Dampaknya

kompas.tv
5 jam lalu
Cover Berita
Ilustrasi awan cumulonimbus, petir (Sumber: Envato/Mint_Images)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi kemunculan awan Cumulonimbus atau awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia pada Senin (2/11/2026). Sebaran awan hujan tersebut mencakup Aceh, Sumatera Utara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga berbagai wilayah Papua.

Peringatan itu juga mencakup empat kawasan perairan, yakni Samudra Hindia di sebelah barat Kepulauan Nias dan Kepulauan Mentawai, Samudra Hindia selatan Banten, serta Laut Sulawesi bagian tengah.

Prakirawan BMKG Sastia meminta masyarakat yang menggunakan transportasi udara memperhatikan potensi awan cumulonimbus tersebut. Awan ini dapat berkembang secara vertikal dan menghasilkan hujan lebat, petir, serta angin kencang.

Dalam penerbangan, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan turbulensi dan perubahan kecepatan atau arah angin secara mendadak (wind shear), yang dapat memengaruhi keselamatan dan kelancaran penerbangan.

"Untuk itu selalu ikuti informasi terbaru dari bandara dan maskapai penerbangan," kata Sastia dalam pemaparan prakiraan cuaca BMKG untuk Senin (2/11).

Baca Juga: Polri Ungkap Hotspot Karhutla saat El Nino Bisa Capai 362 Titik, Ini Daftar Wilayah Rawan

Sebaran Awan Cumulonimbus Senin 2 November

BMKG mengidentifikasi potensi awan Cb di sejumlah wilayah berikut:

Sumatera

  • Aceh
  • Sumatera Utara
  • Samudra Hindia barat Kepulauan Nias
  • Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai

Banten

  • Samudra Hindia selatan Banten

Kalimantan

  • Kalimantan Barat
  • Kalimantan Tengah
  • Kalimantan Timur

Sulawesi

  • Sulawesi Utara
  • Gorontalo

Sulawesi Tengah

  • Laut Sulawesi bagian tengah

Maluku dan Papua

  • Maluku
  • Papua Barat Daya
  • Papua Barat
  • Papua Tengah
  • Papua Pegunungan
  • Papua

Baca Juga: Cegah Banjir! 1200 Meter Kubik Sampah Sisi Tol Japek Diangkut

Awan Cumulonimbus merupakan awan konvektif yang dapat tumbuh menjulang tinggi hingga mencapai lapisan atmosfer bagian atas. Pertumbuhan awan ini berkaitan dengan aktivitas atmosfer yang kuat dan dapat menghasilkan cuaca buruk.

Hujan lebat, petir, dan angin kencang menjadi beberapa fenomena yang dapat menyertai awan ini. Dalam dunia penerbangan, keberadaan awan tersebut juga perlu diwaspadai karena dapat memicu turbulensi kuat, arus udara naik dan turun, serta wind shear.

Kondisi tersebut dapat mengganggu penerbangan ketika pesawat melintasi atau berada di sekitar wilayah pertumbuhan awan Cb.

Karena itu, informasi cuaca dari otoritas bandara dan maskapai perlu diperhatikan oleh calon penumpang maupun pengguna transportasi udara.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem selama masa peralihan musim dan terus mengikuti perkembangan informasi cuaca.

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Danang Suryo Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Kompas TV

Tag
  • BMKG
  • awan cumulonimbus
  • cuaca hari ini
  • prakiraan cuaca 2 November 2026
  • turbulensi pesawat
  • wind shear
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ayah David Ozora Ungkap Mario Dandi Sering Keluar Penjara Sukamiskin Urus Bisnis: Bukti Sudah Dipegang
• 20 jam lalu
0
thumb
Anggota DPR usul pembentukan TGPF soal penggeledahan Ponpes Sukoharjo
• 13 jam lalu
0
thumb
Garudayaksa Tekuk PSS, Andik Vermansyah Senang Kembali Merumput
• 19 menit lalu
0
thumb
Asap Karhutla Mereda, Dampak Kesehatan Jangka Panjang Masih Mengintai
• 16 jam lalu
0
thumb
Gus Kikin Imbau Warga Sukoharjo Tak Terprovokasi soal Penggeledahan Ponpes: Selesaikan dengan Dialog
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.