tvOnenews.com - Shalat Dhuha merupakan ibadah sunah yang dikerjakan pada pagi hari dan memiliki sejumlah keutamaan.
Umat Islam dapat melaksanakannya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus mengharapkan keberkahan dalam kehidupan.
Namun, muncul pertanyaan mengenai pelaksanaannya, yakni apakah shalat Dhuha boleh dikerjakan secara berjamaah atau harus dilakukan sendiri?
Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa shalat Dhuha pada dasarnya lebih umum dikerjakan secara sendiri.
Meski demikian, terdapat kondisi tertentu yang membolehkan umat Islam melaksanakannya secara berjamaah.
- Ilustrasi AI Gemini
Hukum Shalat Dhuha Berjamaah Menurut Ustaz Adi Hidayat
Dalam penjelasannya, Ustaz Adi Hidayat menerangkan bahwa shalat Dhuha boleh dilaksanakan secara berjamaah dalam keadaan tertentu, misalnya untuk keperluan pembelajaran dan membiasakan anak-anak menjalankan ibadah sunah.
Hal ini dapat dilakukan ketika orang tua ingin mengajarkan shalat Dhuha kepada anak-anak di rumah atau guru membimbing para murid untuk mempraktikkan ibadah tersebut di sekolah.
"Contohnya apa, anak-anak sekolah kan pengen diajarin shalat Dhuha, dipraktekin boleh. Ustaz yang imamin, anak-anak di belakang jadi makmum boleh," jelas Ustaz Adi Hidayat.
Dengan demikian, shalat Dhuha berjamaah dapat menjadi sarana pembelajaran agar anak-anak lebih memahami tata cara pelaksanaannya dan terbiasa beribadah sejak dini.
Meski diperbolehkan dalam kondisi tertentu, bukan berarti shalat Dhuha harus selalu dilaksanakan secara berjamaah.
Pelaksanaannya tidak perlu dijadikan kebiasaan yang menganggap berjamaah sebagai ketentuan khusus dalam shalat Dhuha.
Umat Islam tetap dapat mengerjakannya sendiri sesuai dengan kebiasaan dan kondisi masing-masing.
- YouTube/Adi Hidayat Official
Pembagian Tiga Waktu Shalat Dhuha
Selain menjelaskan hukum shalat Dhuha berjamaah, Ustaz Adi Hidayat juga membagi waktu pelaksanaannya menjadi tiga, yaitu awal Dhuha, pertengahan Dhuha, dan akhir Dhuha.
1. Awal Dhuha atau waktu syuruq
Waktu ini dimulai ketika matahari telah terbit dan naik sekitar satu tombak.
Sebagai perkiraan, waktunya sekitar 15–20 menit setelah matahari terbit, meskipun waktu pastinya dapat berbeda sesuai lokasi.
Pada waktu ini, umat Islam dapat melaksanakan shalat dua rakaat.
Ada pula keutamaan shalat syuruq bagi orang yang melaksanakan shalat Subuh berjamaah, kemudian duduk berzikir hingga matahari terbit dan melanjutkannya dengan shalat dua rakaat sesuai tuntunan hadis.





Komentar (0)