Rakornas SP Pegadaian Bahas Strategi Dukung Target Pegadaian 2030

republika.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

 

JAKARTA – Penguatan kompetensi dan produktivitas pekerja menjadi salah satu agenda dalam mendukung transformasi PT Pegadaian menuju 2030. Serikat Pekerja (SP) Pegadaian mendorong peningkatan kapabilitas anggota sekaligus memperkuat hubungan industrial agar pertumbuhan perusahaan berjalan seiring dengan kesejahteraan karyawan.

Baca Juga
  • Pegadaian Hadirkan ATM Emas di Manado, Transaksi Fisik Emas Kini Mudah dan Cepat

Komitmen tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) SP Pegadaian yang berlangsung pada 28-31 Oktober 2026 di Platinum Hotel Jimbaran, Bali. Forum yang diikuti perwakilan anggota dari seluruh Indonesia itu membahas konsolidasi organisasi dan kontribusi pekerja terhadap keberlanjutan bisnis perusahaan.

Ketua Umum SP Pegadaian Mufri Yandi mengatakan, peran serikat pekerja perlu berkembang mengikuti perubahan industri jasa keuangan dan kebutuhan perusahaan. Menurut dia, organisasi pekerja tidak hanya berperan menyalurkan aspirasi anggota, tetapi juga perlu mendorong peningkatan produktivitas dan profesionalisme.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

“Serikat Pekerja tidak cukup hanya solid dalam memperjuangkan aspirasi anggotanya, tetapi juga harus memiliki kapabilitas untuk berkontribusi terhadap kemajuan perusahaan. Soliditas harus diterjemahkan menjadi kolaborasi, sementara kapabilitas harus diwujudkan melalui peningkatan produktivitas, profesionalisme, dan daya saing pekerja,” ujar Mufri dalam keterangannya, Ahad (1/11/2026).

Mufri menilai, pertumbuhan perusahaan dan kesejahteraan pekerja merupakan dua hal yang saling berkaitan. Perusahaan yang sehat dan kompetitif membutuhkan pekerja yang kompeten, produktif, serta memperoleh kesejahteraan secara berkelanjutan.

“Kami meyakini bahwa perusahaan yang kuat membutuhkan pekerja yang kompeten, produktif, dan sejahtera. Sebaliknya, kesejahteraan pekerja yang berkelanjutan hanya dapat diwujudkan melalui perusahaan yang sehat, kompetitif, dan terus bertumbuh. Karena itu, kepentingan perusahaan dan pekerja tidak semestinya dipertentangkan, melainkan harus dikelola sebagai kekuatan bersama,” tambahnya.

Selain peningkatan kapasitas pekerja, SP Pegadaian juga menyoroti pentingnya pelaksanaan hubungan industrial yang produktif. Mufri mengatakan, kesepakatan antara pekerja dan manajemen perlu dijalankan secara konsisten agar hubungan kerja berjalan berdasarkan prinsip saling menghormati dan saling percaya.

“Keberhasilan menyepakati Perjanjian Kerja Bersama merupakan satu pencapaian penting. Namun, tantangan sesungguhnya adalah bagaimana seluruh pihak menjalankan, menghormati, dan menjaga kesepakatan tersebut secara konsisten. Hubungan industrial yang kuat dibangun bukan hanya melalui kesepakatan di atas kertas, tetapi melalui integritas dan komitmen dalam implementasinya,” tegasnya.

Direktur Human Capital PT Pegadaian Tribuana Tunggadewi juga menekankan pentingnya keselarasan antara manajemen dan serikat pekerja untuk mendukung target perusahaan menuju Pegadaian 2030. Semangat “One Commitment, Shared Future” menjadi landasan untuk memperkuat kolaborasi dan menyiapkan sumber daya manusia menghadapi perubahan.

Rakornas tersebut turut membahas kesiapan pekerja menghadapi transformasi BUMN di bawah Danantara. Sejumlah aspek yang menjadi perhatian meliputi pengembangan talenta, peningkatan kompetensi, kesempatan pengembangan karier, serta kesejahteraan pekerja.

SP Pegadaian menyatakan akan terus mendorong peningkatan kapasitas anggota sekaligus mengawal agar proses transformasi perusahaan memperhatikan prinsip keadilan bagi pekerja. Organisasi tersebut juga menyatakan dukungan terhadap semangat “MengEMASkan Indonesia” melalui kontribusi pekerja dalam memperluas inklusi keuangan, meningkatkan kualitas layanan, dan memperkuat peran Pegadaian dalam perekonomian masyarakat.

Melalui Rakornas 2026, SP Pegadaian berharap konsolidasi organisasi dapat diterjemahkan menjadi kolaborasi dan kontribusi nyata bagi perusahaan. Penguatan kemitraan antara pekerja dan manajemen diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara keberlanjutan bisnis dan peningkatan kesejahteraan karyawan.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Tiga Hari Pertalite Sulit Didapat di Maumere, Antrean Kendaraan Mengular di SPBU
• 16 jam lalu
0
thumb
Mensos mengajak RT dan RW perbaiki data penerima bansos
• 5 jam lalu
0
thumb
Wamenhaj: Nonmuslim Bisa Jadi Petugas Haji
• 17 jam lalu
0
thumb
Rekap Hasil Pertandingan Serie A: AC Milan Menangi Derbi dan AS Roma Pesta Gol
• 20 jam lalu
0
thumb
Laris Manis! Kredit Program Pemerintah Tembus Rp294,6 T
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.