Florida: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim bahwa Washington dapat menyerang sisa fasilitas nuklir Iran hanya dalam waktu "10 menit."
Pernyataan itu mengisyaratkan kemungkinan aksi militer lanjutan meski negosiasi diplomatik antara kedua negara masih berlangsung.
Berbicara kepada wartawan di kediamannya, Mar-a-Lago, Florida pada Sabtu, 31 Oktober 2026, Trump mengklaim operasi militer AS telah melemahkan secara signifikan kekuatan militer dan infrastruktur nuklir Iran. Menurut dia, hanya tersisa beberapa lokasi yang perlu menjadi sasaran.
"Kami masih harus menangani, menurut saya, satu atau dua lokasi. Namun, kami bisa melakukannya dalam 10 menit. Jadi, kami punya rencana itu," kata Trump, seperti dikutip dari Anadolu Agency.
"Anda mungkin bisa melihat Pickaxe Mountain, itu harus ditangani. Kami bisa melakukan semuanya dengan sangat cepat," ujarnya, merujuk pada sebuah fasilitas nuklir Iran yang dicurigai.
Trump menyampaikan pernyataan tersebut ketika ditanya mengenai tenggat waktu negosiasi antara Washington dan Teheran yang dimediasi Qatar.
Ia mengatakan AS tidak terburu-buru mencapai kesepakatan. Trump juga mengklaim operasi militer Amerika telah menghancurkan sebagian besar kekuatan angkatan laut, angkatan udara, sistem pertahanan udara, peralatan militer, serta infrastruktur nuklir Iran.
Ketika ditanya apakah Washington dapat kembali melancarkan operasi militer terhadap Iran dalam pekan ini, Trump tidak memberikan jawaban langsung.
"Mengapa Anda mengajukan pertanyaan sebodoh itu?" katanya, sebelum menambahkan, "Saya tidak bisa memberi tahu Anda." Trump Tegaskan Iran Tidak Boleh Miliki Senjata Nuklir Trump kembali menegaskan penolakan Washington terhadap kemungkinan Iran memiliki senjata nuklir. "Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir. Mereka ingin membuat kesepakatan; kita lihat saja nanti," kata Trump.
Ketika ditanya mengenai perkembangan negosiasi, Trump menyatakan pembicaraan berjalan baik, tetapi meragukan keandalan pemerintah Teheran.
"Pembicaraannya berjalan baik, tetapi mereka tidak terlalu bisa diandalkan. Saya katakan kepada Anda, mereka membuat kesepakatan, lalu mengingkarinya. Mereka ingin membuat kesepakatan. Kita lihat apakah mereka benar-benar membuat kesepakatan," ujarnya.
Pernyataan Trump disampaikan setelah para negosiator Iran bertemu dengan mediator Qatar di Doha pada Sabtu. Pertemuan itu menyusul pembicaraan di Teheran pada Jumat yang bertujuan mencari penyelesaian diplomatik atas konflik tersebut.
Ketegangan di Timur Tengah masih tinggi sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut memicu aksi balasan Iran di berbagai wilayah di kawasan itu.
Baca juga: Pemimpin Tertinggi Iran Ancam Respons Tanpa Batas Geografis jika AS Menyerang Lagi





Komentar (0)