Koko Ari Araya pemain Persebaya menuntaskan pendidikan sarjananya di Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura).
Koko menyelesaikan perkuliahan tepat waktu di tengah kesibukannya membagi waktu antara kewajiban akademik dan aktivitas profesional bersama Persebaya.
Koko mengungkapkan rasa syukur setelah upayanya membagi waktu antara bermain bola dan kuliah membuahkan hasil dalam kurun waktu empat tahun.
“Ini momen yang cukup penting bagi saya. Setelah empat tahun berkuliah, akhirnya bisa sampai di titik ini. Bahkan, setelah acara wisuda, siang harinya saya masih harus mengikuti pelatihan,” katanya seusai wisuda di Surabaya, Minggu (1/11/2026).
Menurutnya, pihak kampus memahami kondisi mahasiswa yang memiliki tanggung jawab sebagai atlet profesional dengan jadwal latihan dan pertandingan yang padat, sehingga dirinya semangat dalam menyelesaikan perkuliahan.
“Saya sangat bersyukur memiliki dosen dan staf kampus yang memahami kondisi saya sebagai atlet profesional. Selama proses perkuliahan, saya banyak dibantu dan diberikan kemudahan. Sampai akhirnya bisa menjadi sarjana, tentu ada jasa besar dari dosen dan staf kampus,” ucapnya.
Koko Ari Araya Pemain Persebaya memberi keterangan kepada awak media setelah mengikuti wisuda Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) di Surabaya, Minggu (1/11/2026). Foto: Risky suarasurabaya.netPemain kelahiran 2000 itu menjelaskan, dirinya memilih Program Studi Manajemen karena memiliki ketertarikan pada dunia bisnis. Baginya, pendidikan yang ditempuh saat ini juga menjadi bekal untuk mempersiapkan kehidupan setelah tidak lagi aktif sebagai pesepak bola profesional.
Bahkan, ia juga punya cita-cita membangun bisnis bersama sang istri seiring dengan latar belakang keluarga istrinya yang berkecimpung di dunia bisnis.
“Saya memang tertarik di bidang bisnis. Setelah selesai bermain sepak bola, saya ingin terjun ke dunia bisnis. Keluarga istri saya juga memiliki latar belakang bisnis. Itu yang membuat saya tertarik mengambil Manajemen,” tuturnya.
Koko menilai pendidikan tinggi merupakan hal penting bagi seorang atlet. Menurutnya, karier di dunia sepak bola memiliki masa produktif yang relatif terbatas sehingga setiap atlet perlu mempersiapkan masa depan sejak dini.
“Melalui pendidikan, kita bisa belajar dan mempersiapkan apa yang harus dilakukan setelah tidak lagi menjadi atlet. Jadi, ada bekal untuk melanjutkan perjalanan karier berikutnya,” ucapnya.
Ia juga menegaskan bahwa kesibukan sebagai pemain profesional bukan alasan untuk meninggalkan pendidikan. Menurutnya, keduanya dapat berjalan beriringan selama seseorang memiliki komitmen, kedisiplinan, dan kemampuan mengatur waktu.
“Saya menyadari menjadi pemain sepak bola profesional membutuhkan disiplin, kerja keras, dan pengorbanan waktu. Namun, saya percaya pendidikan dan karier olahraga dapat berjalan beriringan jika mampu mengatur waktu dan menjaga komitmen,” tandasnya. (ris/saf/ham)





Komentar (0)