JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Lingkungan Hidup (LH) Jumhur Hidayat mendorong penguatan langkah mitigasi dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui pemulihan tata air di kawasan gambut di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).
Salah satu strategi yang dilakukan yakni menerapkan metode water intake dengan memanfaatkan sumber air dari sungai untuk dialirkan kembali ke lahan gambut.
Langkah ini bertujuan menjaga kelembapan gambut agar tidak mudah mengering dan terbakar.
"Salah satu upaya yang dilakukan yakni menerapkan metode water intake dengan memanfaatkan sumber air dari sungai agar dapat kembali mengalir dan masuk ke lahan gambut," kata Jumhur usai meninjau lokasi karhutla di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Minggu (1/11/2026), dikutip dari Antara.
Baca Juga: Tuntutan yang Disuarakan Mahasiswa: Karhutla, Kebijakan Ekonomi hingga Biaya Pendidikan
Ia menambahkan, metode tersebut diharapkan mampu menjaga kelembapan gambut sehingga risiko terjadinya kebakaran dapat ditekan.
Selain water intake, pemanfaatan sekat kanal juga menjadi bagian penting dalam upaya mempertahankan ketersediaan air di kawasan gambut.
Sekat kanal berfungsi menahan aliran air agar tidak cepat terbuang dari kawasan tersebut. Dengan begitu, kondisi lahan gambut diharapkan tetap basah, terutama ketika memasuki musim kemarau.
Kedua langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan tata air gambut untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Gotong Royong Satgas Diperkuat untuk Cegah KarhutlaJumhur mengatakan, pencegahan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Keterlibatan aktif satuan tugas melalui kegiatan gotong royong juga diperlukan untuk memperkuat upaya mitigasi di lapangan.
"Kegiatan gotong royong ini perlu diperkuat dan dilakukan secara masif. Harapannya, pada tahun depan langkah-langkah pencegahan yang kita lakukan sekarang dapat membantu mencegah terjadinya karhutla," ujarnya.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga ekosistem gambut dan mengurangi dampak kebakaran terhadap lingkungan maupun kehidupan masyarakat.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Jumhur turut didampingi Kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) Satyawan Pudyatmoko.
Baca Juga: Karhutla di Hutan Lindung Liang Anggang, Pemadaman Andalkan Pompa Berkapasitas Besar | KOMPAS SIANG
Satyawan mengatakan, pihaknya akan memperkuat koordinasi dan konsolidasi agar program pencegahan karhutla dapat berjalan konkret. Salah satu langkah yang disiapkan menjadikan desa sebagai ujung tombak pencegahan kebakaran.
"Kita akan identifikasi desa mana saja menjadi prioritas," katanya.
Identifikasi tersebut diharapkan dapat membantu menentukan desa yang perlu mendapat perhatian dalam upaya mitigasi karhutla.
Melalui pemulihan tata air gambut, penguatan gotong royong satgas, serta pelibatan desa, pemerintah mendorong pencegahan karhutla dilakukan sejak dini agar risiko kebakaran pada tahun mendatang dapat ditekan.
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Laela Putri Rahmadani Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- menteri lingkungan hidup
- karhutla
- sumatera selatan
- water intake
- sekat kanal






Komentar (0)