Lomba Lari Butuh Persiapan Khusus, Hasil Latihan Harus Jadi Pertimbangan

metrotvnews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Pelatih olahraga, Matias Ibo, mengingatkan, para pelari sebaiknya mempersiapkan diri sebelum ikut perlombaan secara bertahap. Strategi, intensitas, dan pendekatan tiap jarak lomba lari sangat berbeda.

"Jadi pelajaran buat kita semua pelari ada tahapannya kita kerjakan 5 km dulu, udah nyaman naik ke 10 km, kalau udah nyaman ke 20 km," ujar Ibo, dalam program Meet Nite Live Metro TV, Jumat, 30 Oktober 2026.

Ia menekankan, para peserta harus mempertimbangkan hasil latihan untuk menentukan jarak lomba yang diikuti. Menurutnya, para peserta bisa melihat capaian waktu terlebih dahulu, kemudian menghitung jarak yang bisa ditempuh.

"Ternyata 1 jam bisa tujuh km, sisa 3 buat 10 km. mungkin kita siap buat 10 km dengan pace tertentu, tapi kalau HM (half marathon) atau FM (full marathon) pasti kita tidak siap," tuturnya.

Baca Juga :

Tips Lari untuk Pemula: Pemanasan Dinamis dan Target Waktu
Ibo mengungkapkan pentingnya Cut-Off Point (COP) dalam lomba lari. Tidak hanya sebagai checkpoint, COP juga bagian dari sisi keamanan lomba agar tidak membahayakan pemain.

Ia menyebut, dengan adanya COP, maka kondisi pelari dijaga agar tidak asal-asalan dalam berlari. Menurutnya, jika para peserta tidak siap dengan aturan perlombaan, maka lebih baik tidak memaksakan diri.

"Dari COP 1 ke COP 2 apakah larinya akan bertambah cepat, kalau kita tidak siap akan lebih menurun dari sisi stamina, kram, kekuatan, pusing, keringat bertambah, pusing, belum lagi panas, heat stroke. Jadi ini mau dicegah dengan COP," katanya.


Running enthusiast dan finisher FM Jakarta Running Festival (JRF) 2026, Tammy Shahab dalam program Meet Nite Live. Dok. Metro TV.


Sementara itu, running enthusiast dan finisher FM Jakarta Running Festival (JRF) 2026, Tammy Shahab, mengaku mengikuti perlombaan untuk menantang diri sendiri. Meski begitu, ia tetap mengutamakan kondisi tubuh dan tidak terburu-buru untuk mengikuti lomba lari.

"Aku baru berani FM itu tahun 2025. Aku tipenya tidak berani cepat-cepat," ucapnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Iran Tegaskan Tak Berencana Berunding dengan AS
• 12 jam lalu
0
thumb
Bapanas Catat Inflasi Beras September 2026 Terendah dalam Empat Tahun
• 6 jam lalu
0
thumb
Merah Putih Berkibar di Sepang! Veda Ega Rebut Podium Kedua Moto3 Malaysia
• 12 jam lalu
0
thumb
Polije Teguhkan Komitmen Tangguh, Berdampak, dan Berkelanjutan
• 13 jam lalu
0
thumb
Pertamina Bawa 5 UMKM Lokal Buka Peluang Pasar Global di ASCOPE 2026
• 23 menit lalu
0
Berhasil disimpan.