Panitia Kirab Budaya Menganti Jelaskan Penyebab Sampah Berserakan hingga Siang Hari

suarasurabaya.net
7 jam lalu
Cover Berita

Panitia Kirab Budaya dan Sedekah Bumi Desa Menganti, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, mengakui proses pembersihan sampah seusai kegiatan pada Sabtu (31/10/2026) malam hingga Minggu (1/11/2026) dini hari belum berjalan maksimal.

Imam Su’udi Sekretaris Desa Menganti sekaligus Ketua Panitia Kirab Budaya dan Sedekah Bumi mengatakan, pembersihan sebenarnya sudah dilakukan sejak Minggu pagi.

Namun, sampah yang terkumpul di sepanjang rute hingga kawasan pasar awalnya hanya ditumpuk di tepi jalan dan belum langsung diangkut.

Menurut Imam, petugas kemudian diarahkan untuk memindahkan sampah dari kawasan tersebut ke lokasi start kirab. Sementara pembersihan di sepanjang jalan raya baru dilanjutkan setelah salat zuhur.

“Petugas tadi pagi membersihkan di sekitar lokasi finis hingga pasar. Sementara sampahnya ditumpuk di pinggir-pinggir jalan, belum diambil. Kemudian sekitar pukul 09.00 WIB saya instruksikan petugas untuk memasukkan sampah ke sekitar lokasi start,” kata Imam ketika on air di Radio Suara Surabaya, Minggu sore.

Ia menjelaskan, pembersihan di jalan raya baru bisa dilakukan setelah petugas pasar menyelesaikan pekerjaan rutin membersihkan sampah pedagang dan pembeli.

“Yang di jalan raya itu baru tadi habis salat zuhur saya instruksikan petugas pasar dan petugas lainnya untuk bersih-bersih. Sudah kita laksanakan,” ujarnya.

Imam mengatakan, sampah hasil kegiatan tersebut selanjutnya diarahkan ke tempat penampungan sementara (TPS) di Dusun Wonokoyo. Sampah kemudian dijadwalkan diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk dibuang ke TPA di sekitar Telaga Ngipik.

Ia menambahkan, pengangkutan sampah dari lokasi penampungan akan dilakukan petugas DLH secara berkala.

Imam menjelaskan, keterlambatan pembersihan di sejumlah titik juga berkaitan dengan keterbatasan personel yang bisa langsung diterjunkan. Panitia memang memiliki bidang kebersihan, tetapi untuk kegiatan yang melibatkan sound horeg kali ini, pelaksanaannya turut dibantu petugas pasar.

“Petugas pasar tadi masih membersihkan sampah pedagang dan pembeli. Baru selesai zuhur, mereka bisa bergerak untuk membersihkan sampah bekas kegiatan,” jelasnya.

Sebelumnya, Kirab Budaya yang disertai pertunjukan sound horeg di Desa Menganti menyisakan sampah berserakan di sepanjang jalan hingga area parkir kendaraan sound pada Minggu pagi.

Sejumlah warga dan pengguna jalan menyampaikan keluhan tersebut kepada Radio Suara Surabaya.

Habibi Arsid Sekretaris Panitia Kirab Budaya yang juga Kepala Urusan Perencanaan Desa Menganti, sebelumnya mengakui jumlah penonton yang memadati lokasi kegiatan berada di luar perkiraan panitia.

Habibi menyebut, petugas kebersihan sudah mulai bekerja sejak pukul 02.30 WIB. Namun, hingga sekitar pukul 05.30 WIB, sampah baru dikumpulkan di sisi kanan dan kiri jalan.

Panitia saat itu hanya menyiapkan empat petugas kebersihan. Jumlah tersebut dinilai cukup berdasarkan perkiraan awal, tetapi tingginya antusiasme masyarakat membuat proses pembersihan tidak berjalan sesuai rencana.

Selain keterbatasan personel, truk pengangkut sampah juga kesulitan melintas karena jalur kirab masih dipadati penonton.

Sementara itu, AKP Arif Rahman Kapolsek Menganti menegaskan, kebersihan merupakan bagian dari tanggung jawab panitia, selain menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.

“Keamanan, ketertiban, dan kebersihan itu merupakan bagian dan tanggung jawab daripada panitia,” tegasnya.

Polisi juga berencana mengevaluasi pelaksanaan Kirab Budaya dan Sedekah Bumi tersebut. Evaluasi dilakukan dengan meminta keterangan pihak-pihak terkait, termasuk panitia dan pemilik perangkat sound horeg.

Pemeriksaan tersebut mencakup persoalan keterlambatan pelaksanaan kegiatan hingga dampak yang ditimbulkan, termasuk persoalan sampah yang mengganggu kebersihan lingkungan.

“Kami akan melakukan evaluasi dan melakukan pemeriksaan terhadap yang terkait, baik dari panitia maupun dari pemilik sound-nya juga. Terkait keterlambatan waktu pelaksanaan dan dampak sampah,” ujar Arif. (saf/ham)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BENTROK DENGAN POLISI! GEN Z di Jerman Demo, Tolak Wajib Militer
• 4 jam lalu
0
thumb
Ganjar Buka Suara soal Suket Ijazah SMA Gibran Dibatalkan MA, Merasa Dicurangi?
• 8 jam lalu
0
thumb
Buka Rangkaian Peringatan Hari Pahlawan 2026, Wamensos Agus Jabo Ajak Teruskan Perjuangan
• 8 jam lalu
0
thumb
7 Ucapan yang Tanpa Sadar Membuat Orang Terlihat Sombong
• 1 jam lalu
0
thumb
Iran Tetapkan Angkatan Laut dan Udara Inggris sebagai Organisasi Teroris, MI6 Kelompok Lawan
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.