Petugas gabungan dari Polri melakukan penggerebekan di Kampung Bahari, Jakarta Utara (Jakut). Dalam proses penggerebekan, polisi sempat mendapat perlawanan.
Dirnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Bismo Teguh Prakoso menyebut perlawanan itu dilakukan untuk mengalihkan perhatian polisi. Operasi tetap dilakukan untuk memberantas peredaran narkotika.
"Perlawanan itu sebagai wujud pengalihan perhatian dari zona yang menjadi target operasi kita, ya. Tapi kita tidak teralihkan terhadap fokus dari target operasi kita," kata Bismo di lokasi usai penggerebekan, Jakut, Minggu (1/11/2026).
Bismo menyebut, ditemukan sejumlah barang bukti dalam penggerebekan ini. Ditemukan juga senjata api (senpi).
"Juga ditemukan senpi, ya, senpi. Ditemukan senpi juga, ya," ujarnya.
Bismo mengatakan transaksi narkoba masih dilakukan pada lapak yang ada di pinggir rel. Lapak-lapak itu akan dibongkar agar tidak kembali disalahgunakan.
"Iya, masih (transaksi di lapak pinggir rel). Masih, masih, ya. Oleh karena itu kita akan terus lakukan operasi ini, ya, di berbagai tempat dan juga pengejaran terhadap bandarnya," katanya.
Adapun dalam penggerebekan ini ada 26 orang yang diamankan. Selain itu sejumlah barang bukti turut disita mulai dari narkoba sabu, ganja, hingga ekstasi.
(ial/dwr)






Komentar (0)