Harga Minyak Naik Hampir 1 Persen Sepekan, Cetak Level Tertinggi 6 Bulan

idxchannel.com
1 jam lalu
Cover Berita

Harga minyak mentah melonjak lebih dari 2 persen pada perdagangan Jumat (30/10/2026) dan ditutup di level tertinggi sejak akhir April.

Harga Minyak Naik Hampir 1 Persen Sepekan, Cetak Level Tertinggi 6 Bulan. (Foto: Magnific)

IDXChannel – Harga minyak mentah melonjak lebih dari 2 persen pada perdagangan Jumat (30/10/2026) dan ditutup di level tertinggi sejak akhir April.

Namun, secara mingguan, kenaikan harga minyak masih terbatas di bawah 1 persen di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap pasokan akibat potensi eskalasi perang Iran.

Baca Juga:
Harga Emas Jatuh ke Level Terendah Setahun, Turun 3 Persen Sepekan

Kontrak berjangka minyak Brent untuk pengiriman Desember yang berakhir pada Jumat naik 2,4 persen menjadi USD117,64 per barel, setelah sempat menyentuh USD118 per barel.

Sementara itu, kontrak Januari yang lebih aktif naik USD2,63 menjadi USD113,43 per barel.

Baca Juga:
IHSG Turun 7 Persen saat Asing Net Sell Rp4 Triliun Sepekan, Intip 10 Saham Pemberat

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat meningkat 2,08 persen menjadi USD104,12 per barel.

Dalam sepekan, harga Brent naik 0,79 persen, sedangkan WTI menguat 0,82 persen.

Baca Juga:
Saham HSC Keluar dari Pembobotan IHSG Mulai Besok, Bank Besar Makin Dominan

Secara bulanan, Brent mencatat kenaikan 13,6 persen, sementara WTI melesat 15,2 persen.

Kenaikan pada perdagangan terakhir pekan ini terjadi ketika pelaku pasar bersiap menghadapi potensi eskalasi konflik Iran setelah pemilu paruh waktu Amerika Serikat (AS).

Serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz turut memperbesar kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah.

"Pelaku pasar akan tetap mencermati aliran minyak dari Timur Tengah dan kemungkinan eskalasi oleh pasukan Amerika Serikat serta sekutunya," kata Senior Vice President Trading BOK Financial Dennis Kissler, seperti dikutip Reuters.

Pada Jumat, sebuah kapal tanker di Selat Hormuz terkena perangkat peledak yang ditempelkan oleh sebuah kapal kecil, menurut UKMTO, layanan keamanan maritim Inggris. Belum diketahui pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi pengiriman minyak mentah dan bahan bakar dari kawasan Teluk.

Serangan tersebut menjadi aksi sukses pertama yang diketahui menggunakan ranjau limpet di jalur tersebut sejak perang AS-Israel dengan Iran dimulai pada Februari, menurut sejumlah sumber maritim.

Di sisi lain, AS pada Jumat memerintahkan pegawai pemerintah non-darurat beserta anggota keluarga mereka untuk meninggalkan Arab Saudi mulai 23 Oktober.

Kedutaan Besar AS di Riyadh menyebut keputusan tersebut diambil karena risiko keamanan, termasuk serangan kelompok Houthi terhadap bandara sipil dan infrastruktur penting lainnya.

Kelompok Houthi yang didukung Iran pada Kamis juga menyatakan telah menyerang sejumlah lokasi di Arab Saudi, termasuk kilang minyak besar Ras Tanura, kilang Rabigh, serta fasilitas produksi Abqaiq milik perusahaan minyak negara Saudi Aramco. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kelly Tandiono Bawa Filosofi Laut dan Suku Bajo ke Jakarta Fashion Week 2027 Lewat ORIGINS
• 11 jam lalu
0
thumb
Populer Sepekan: Lowongan Kerja PT PAMA hingga Kriteria Penerima Rekening Gratis
• 3 jam lalu
0
thumb
Anak Usaha BIKE Kantongi Proyek PLTMG Senilai Rp3,8 Triliun
• 20 jam lalu
0
thumb
My Chemical Romance Hadirkan Film Pendek Prelude to the End, Libatkan Billie Eilish
• 20 jam lalu
0
thumb
Ramai Data Center Rebutan Air dengan Petani dan Warga, Ini Faktanya
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.