Bahlil Beri Peringatan! Pemegang Konsesi Migas Segera Eksekusi atau Kembalikan ke Negara

disway.id
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia melontarkan peringatan keras kepada para pengusaha pemegang konsesi proyek minyak dan gas bumi (migas) yang tak kunjung merealisasikan investasinya.

Bahlil mendesak perusahaan yang telah menyelesaikan tahapan eksplorasi dan mengantongi Plan of Development (PoD) agar segera mengeksekusi proyek hulu migas yang menjadi tanggung jawabnya.

Ia menegaskan, pemerintah tidak ingin konsesi migas hanya dikuasai perusahaan tanpa diikuti aktivitas pengembangan dan peningkatan produksi.

BACA JUGA:Reaksi Mahfud MD Soal Suket SMA Gibran, Penyelundupan Pasal KPU Harus Diproses Pidana

“Bagi yang sudah memegang konsesi, sudah selesai POD, tapi belum jalan-jalan, saya meminta untuk segera dieksekusi. Mohon bantuannya,” tekan Bahlil di Jakarta.

Bahkan, Bahlil meminta perusahaan yang merasa tidak sanggup menggarap proyek tersebut untuk mengembalikan konsesinya kepada negara.

Pemerintah selanjutnya akan menawarkan kembali wilayah kerja tersebut kepada perusahaan lain yang memiliki kemampuan untuk merealisasikannya, termasuk PT Pertamina (Persero).

Namun, Bahlil mengingatkan Pertamina agar tidak menjadikan status sebagai perusahaan milik negara sebagai alasan untuk bekerja lambat. Menurutnya, percepatan proyek menjadi kebutuhan mendesak untuk mendongkrak produksi migas nasional.

“Sekalipun Pertamina punya negara, saya tidak meminta untuk kalian kerjanya lambat, harus cepat. Kalau tidak, sharing dengan perusahaan yang lain karena kita butuh produktivitas peningkatan lifting di bangsa kita,” tegas dia.

BACA JUGA:Janggal! 148 Kargo LNG Indonesia Dikirim ke Singapura, Bahlil Curiga Tak Semuanya Dipakai untuk Konsumsi

Di sisi lain, pemerintah mencatat sejumlah proyek hulu migas strategis mulai menunjukkan perkembangan di berbagai tahapan, mulai dari penemuan cadangan, keputusan investasi, konstruksi, hingga produksi.

Salah satunya adalah proyek Geliga di Kalimantan Timur. Proyek tersebut memiliki estimasi pembaruan sumber daya gas dari operator lebih dari 6 triliun kaki kubik (Tcf). Penemuan ini tercatat pada April 2026 dan saat ini pengajuan PoD tengah diproses untuk mengejar target produksi perdana atau on stream pada 2029.

Selanjutnya, proyek North Hub di Kalimantan Timur telah memasuki tahap Final Investment Decision (FID) dan fabrikasi. Proyek ini memiliki potensi produksi gas mencapai 1.000 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD).

North Hub telah menyelesaikan FID pada Maret 2026. Proses fabrikasi fasilitas Floating Production Storage and Offloading (FPSO) juga dimulai pada Juli 2026, dengan target produksi pada kuartal IV 2028.

Sementara itu, proyek raksasa Abadi Masela di Maluku telah memasuki tahap konstruksi dengan nilai investasi mencapai 20,9 miliar dolar AS. Proyek tersebut juga telah melaksanakan peletakan batu pertama atau groundbreaking pada Juli 2026.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Perluas Aksi Penghijauan, 10 Ribu Pohon Ditanam
• 43 menit lalu
0
thumb
Ada Apel Solidaritas Palestina di Monas, Masyarakat Diminta Antisipasi Kepadatan Lalin
• 2 jam lalu
0
thumb
Kapolda Jateng Sebut Ponpes Terkait Kasus Penyerangan Mi Babi di Sukoharjo Tak Terdaftar Kemenag
• 23 jam lalu
0
thumb
Kasus Dugaan Korupsi Dana Bencana, KPK Periksa Adik Eks Kepala BNPB soal Proyek
• 2 jam lalu
0
thumb
Kenali Modus Voice Phising, BRI Ingatkan Nasabah Jaga Kerahasiaan Data Perbankan
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.