ATLANTA, KOMPAS.TV — Rusia menegaskan tidak akan mengubah tuntutannya dalam konflik Ukraina. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyatakan posisi Moskow tetap sama, baik sejak perundingan trilateral terakhir maupun sejak dimulainya operasi militer Rusia di Ukraina pada 2022.
Pernyataan tersebut disampaikan Lavrov kepada wartawan setelah menghadiri pertemuan Menteri Luar Negeri negara-negara G20 di Atlanta, Amerika Serikat, Jumat (30/10/2026).
“Tidak, posisi kami tidak berubah sejak pertemuan trilateral terakhir. Posisi itu tidak pernah berubah sejak awal operasi khusus. Tujuannya telah dinyatakan,” kata Lavrov.
Ia menegaskan Moskow tidak dapat menerima Ukraina menjadi ancaman terhadap kepentingan keamanan Rusia.
“Kami tidak dapat menerima Ukraina menjadi ancaman terhadap kepentingan keamanan sah Federasi Rusia,” ujarnya seperti dikutip dari Antara.
Baca Juga: Tumbuh 5,61 Persen, Airlangga Sebut Ekonomi Indonesia Jadi yang Tertinggi di G20
Lavrov juga mempertanyakan kelayakan negara-negara Eropa menjadi penjamin kesepakatan damai Ukraina. Menurutnya, tindakan negara-negara Eropa selama ini menunjukkan bahwa reputasi mereka perlu dipertimbangkan dalam proses tersebut.
Selain itu, Lavrov menolak apa yang disebutnya sebagai diskriminasi terhadap warga Rusia dan penutur bahasa Rusia di Ukraina. Ia juga menuduh Ukraina mempromosikan ideologi dan praktik Nazi.
Perbedaan Rusia-Ukraina Bayangi Pertemuan G20Pernyataan Lavrov muncul di tengah pertemuan para menteri luar negeri G20 di Atlanta yang berlangsung pada 30–31 Oktober. Forum tersebut diwarnai perbedaan tajam, terutama mengenai perang Rusia-Ukraina.
Seperti dikutip dari Associated Press (AP), para menteri luar negeri G20 tidak mencapai konsensus mengenai sejumlah isu keamanan global. Akibatnya, pertemuan tersebut tidak menghasilkan komunike bersama. Sebagai gantinya, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio akan menyampaikan pernyataan ketua yang merangkum hasil pembahasan.
Ketegangan juga terlihat ketika Rubio membatalkan agenda foto bersama para menteri luar negeri. Sejumlah diplomat Eropa keberatan dengan kehadiran Lavrov dan mengancam memboikot sesi foto tersebut.
Menteri Luar Negeri Polandia Radosław Sikorski mengatakan sulit mencapai kesepakatan bersama ketika negara-negara yang terlibat dalam perang berada di satu meja perundingan.
Selain perang Rusia-Ukraina, perbedaan pandangan dalam pertemuan G20 juga mencakup perang AS-Israel melawan Iran, kebijakan tarif Amerika Serikat, serta aktivitas China di Laut China Selatan.
Baca Juga: Ekonomi RI Tumbuh 5,11 Persen Saat Dunia Lesu, Airlangga Hartarto: Nomor 2 di G20
Putin Buka Peluang Perundingan TrilateralSebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin kembali menyatakan kesiapan Moskow melanjutkan perundingan trilateral mengenai Ukraina dalam pertemuan dengan Utusan Khusus AS Steve Witkoff.
Ajudan Presiden Rusia Yury Ushakov mengatakan perundingan tersebut berpotensi digelar di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, sekitar pertengahan November.
Meski demikian, pernyataan Lavrov menunjukkan bahwa Rusia masih mempertahankan tuntutan-tuntutan yang selama ini menjadi bagian dari posisinya dalam konflik Ukraina.
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Tussie Ayu Editor : Gading-Persada
Sumber : ANTARA, The Associated Press
- G20
- rusia
- ukraina






Komentar (0)