Kenali Modus Voice Phising, BRI Ingatkan Jaga Kerahasiaan Data!

cnbcindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita
Foto: Dok BRI

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mengimbau masyarakat untuk mewaspadai berbagai modus kejahatan perbankan. Selain melalui akun media sosial dan situs palsu yang mengatasnamakan bank, pelaku juga menjalankan aksinya melalui panggilan telepon dengan mengaku sebagai petugas bank.

Modus yang dikenal sebagai voice phishing atau vishing ini bertujuan memperoleh informasi pribadi maupun data rahasia perbankan nasabah. Pelaku biasanya menyampaikan adanya transaksi mencurigakan atau rencana pemblokiran rekening dengan alasan keamanan. Dengan bahasa yang sopan dan meyakinkan, pelaku berupaya membangun kepercayaan dan menciptakan situasi mendesak agar nasabah mengikuti instruksi tanpa terlebih dahulu memeriksa kebenaran informasi tersebut.

Salah satu pola yang perlu diwaspadai adalah ketika penelepon menginformasikan adanya transaksi mencurigakan, lalu menawarkan bantuan untuk memblokir rekening sementara. Setelah itu, pelaku meminta kode one-time password (OTP) dengan dalih sebagai bagian dari proses pengamanan rekening. Kode OTP merupakan data rahasia yang tidak boleh diberikan kepada siapa pun karena dapat digunakan untuk mengakses rekening dan melakukan transaksi.


Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa BRI terus memperkuat sistem keamanan dan edukasi kepada nasabah untuk mengantisipasi perkembangan modus penipuan perbankan.

"BRI terus memperkuat sistem keamanan untuk memberikan perlindungan yang optimal bagi nasabah. Upaya tersebut disertai dengan edukasi secara berkelanjutan agar nasabah semakin cermat mengenali berbagai modus penipuan dan menjaga kerahasiaan data perbankan. BRI tidak pernah meminta nasabah memberikan PIN, password, User ID, kode OTP, maupun kode CVV/CVC kartu melalui telepon atau sarana komunikasi lainnya," ujar Dhanny, Sabtu (31/10/2026).

Untuk menghindari risiko penipuan, masyarakat dapat melakukan sejumlah langkah pencegahan, antara lain:

  1. Jangan pernah memberikan kode OTP, PIN, password, atau data rahasia perbankan kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai petugas bank.

  2. Jangan terburu-buru mengikuti instruksi apabila menerima telepon mengenai transaksi mencurigakan, pemblokiran rekening, atau persoalan keamanan lainnya.

  3. Segera akhiri panggilan yang mencurigakan dan lakukan verifikasi secara mandiri melalui kanal resmi BRI.

  4. Periksa aktivitas rekening secara berkala melalui aplikasi BRImo dan aktifkan notifikasi transaksi untuk membantu memantau aktivitas keuangan.

  5. Segera lakukan pelaporan apabila telanjur memberikan informasi rahasia atau menemukan transaksi yang tidak dikenal.

Nasabah juga diimbau untuk mengunduh dan memperbarui aplikasi hanya melalui sumber resmi. Apabila menerima tautan atau arahan untuk memasang aplikasi dari pihak yang mengatasnamakan bank, nasabah diimbau untuk tidak mengikuti instruksi tersebut dan melakukan verifikasi melalui kanal resmi BRI. Informasi mengenai layanan BRI dapat diperoleh melalui situs www.bri.co.id; Instagram @bankbri_id; X/Twitter @bankbri_id, @kontakbri, dan @promo_bri; Facebook dan YouTube Bank BRI; Contact BRI 1500017; WhatsApp Chat Sabrina 0812 1214 017; serta menu Pusat Bantuan pada aplikasi BRImo.

"BRI senantiasa mengimbau nasabah untuk menjaga kerahasiaan data pribadi dan data perbankan. Waspadai setiap komunikasi yang mengatasnamakan BRI, terutama apabila disertai permintaan data rahasia atau arahan untuk mengakses tautan tertentu. Pastikan seluruh informasi yang diterima berasal dari kanal resmi BRI yang telah terverifikasi," pungkas Dhanny.

 

Baca: Awas! Modus Baru Penipuan Pajak, Uang Anda Bisa Dikuras Habis

(rah/rah)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Bos Sekuritas Soal Potensi RI Turun ke "Standalone Market"

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pesona Masjid Apung An-Nur Ancol: Lokasi, Daya Tarik, dan Keunikannya
• 9 jam lalu
0
thumb
Bungkam Persija 2-1, Dewa United Pangkas Jarak Jadi Selisih Satu Poin di Puncak Klasemen
• 5 jam lalu
0
thumb
Untuk Pertama Kalinya, Keluarga di China Tanggung Lebih Banyak Lansia daripada Anak
• 18 jam lalu
0
thumb
Freeport Habiskan US$934 Juta untuk Pemulihan Tambang Grasberg
• 9 jam lalu
0
thumb
Bahlil Perketat Pengawasan Tambang: Jangan Tinggalkan Lubang untuk Masyarakat
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.