Batu (beritajatim.com) – Sebanyak 42 tim SMA/SMK/MA sederajat dari Malang Raya antusias mengikuti Kejuaraan Daerah (Kejurda) Futsal Piala M. Hasanuddin yang berlangsung di Kota Batu. Melihat besarnya minat peserta, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), M. Hasanuddin Wahid, berencana menjadikan kompetisi tersebut sebagai agenda tahunan.
Kejuaraan ini berlangsung sejak 27 Oktober 2026. Rinciannya, 30 tim putra dan 12 tim putri. Seluruh rangkaian pertandingan mencapai laga final di GOR Gajah Mada, Kota Batu, pada Jumat (30/10/2026).
Pada partai puncak, SMAIRA FC sukses keluar sebagai juara kategori putra. Sementara itu, Charis Flame berhasil mengamankan gelar juara di kategori putri.
Sekjen DPP PKB sekaligus anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Malang Raya, M. Hasanuddin Wahid, mengatakan tingginya partisipasi peserta menjadi alasan kuat untuk melanjutkan kompetisi tersebut pada tahun-tahun mendatang. Menurutnya, kompetisi tahunan akan memberikan ruang sekaligus kepastian bagi para pelajar untuk mengembangkan kemampuan dan menunjukkan prestasi di bidang futsal.
“Melihat antusiasme peserta, kami ingin menjadikan kejuaraan ini sebagai agenda rutin setiap tahun. Edisi kali ini diikuti 42 tim, terdiri dari 30 tim putra dan 12 tim putri. Ini menunjukkan animonya tinggi. Jadi, teman-teman yang gemar bermain futsal sudah memiliki rencana bahwa setiap tahun ada kegiatan seperti ini,” ujar pria yang akrab disapa Cak Udin itu.
Dia menegaskan, penyelenggaraan Kejurda Futsal Piala M. Hasanuddin bukan sekadar menghadirkan kompetisi untuk memperebutkan gelar juara. Ajang tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pembinaan olahraga di kalangan generasi muda.
Cak Udin berharap kompetisi ini dapat menjadi pintu awal lahirnya atlet-atlet futsal potensial yang mampu bersaing di level lebih tinggi, bahkan menembus dunia profesional.
“Karena itu, kami dari PKB memberikan ajang bagi mereka untuk berkompetisi, mengasah bakat, dan memberdayakan potensi. Siapa tahu dari kegiatan ini bisa muncul bibit unggul yang nantinya menjadi pemain futsal profesional,” ungkap politikus PKB tersebut.
Pemilihan Kota Batu sebagai lokasi penyelenggaraan juga memiliki misi lebih luas. Selain menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Kota Batu, kejuaraan tersebut diharapkan mampu memperkuat pengembangan sektor sport tourism.
Cak Udin menilai Kota Batu selama ini telah memiliki daya tarik kuat sebagai destinasi wisata. Namun, potensi tersebut masih dapat dikembangkan melalui penyelenggaraan berbagai kompetisi olahraga yang mampu mendatangkan atlet, peserta, hingga penonton dari berbagai daerah.
Karena itu, dia mendorong Kota Batu tidak hanya dikenal sebagai kota wisata, tetapi juga memiliki identitas sebagai kota kejuaraan.
Cak Udin saat menyerahkan piala kepada pemenang Kejurda Futsal Piala M. Hasanuddin (Foto: Istimewa)“Kami ingin Kota Batu menjadi kota kejuaraan. Kita bisa menggelar berbagai kejuaraan yang menarik orang untuk datang ke sini, termasuk para penonton,” ungkap Cak Udin.
Menurutnya, penyelenggaraan event olahraga juga memiliki efek berganda terhadap perekonomian masyarakat. Kehadiran peserta dan penonton berpotensi meningkatkan aktivitas perdagangan, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi pertandingan.
Dia menyebut, selama Kejurda Futsal Piala M. Hasanuddin berlangsung, rata-rata tiket yang terjual mencapai 1.000 lembar setiap hari. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kompetisi olahraga memiliki daya tarik sekaligus peluang ekonomi yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
“Batu harus menjadi kota kejuaraan. Jadi, kejuaraan apa saja silakan ditempatkan di Batu sehingga akan mempunyai efek ekonomi dan efek yang baik untuk Kota Batu sendiri,” ungkap Cak Udin.
Sementara itu, Wali Kota Batu, Nurochman, menyampaikan apresiasi atas dukungan M. Hasanuddin Wahid dalam mendorong perkembangan olahraga di Kota Batu.
Menurutnya, penyelenggaraan Kejurda Futsal Piala M. Hasanuddin sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam mengembangkan sport tourism sebagai salah satu bagian dari program mBatu SAE.
“Kejuaraan ini menjadi ruang positif bagi pelajar untuk berpartisipasi dalam memeriahkan HUT ke-25 Kota Batu. Selain mengasah kemampuan olahraga, kompetisi semacam ini dinilai penting untuk membangun karakter generasi muda,” ungkap Nurochman.
Nurochman mengingatkan bahwa keberhasilan dalam pertandingan tidak semata-mata diukur dari kemenangan, tetapi juga dari sikap dan perilaku para atlet selama berkompetisi di lapangan.
“Menang adalah kebanggaan, tetapi cara kita bertanding juga menunjukkan kualitas karakter kita,” tutur Wali Kota Batu, Nurochman, menutup keterangan. (dan/kun)





Komentar (0)