Kirab budaya dalam rangka Sedekah Bumi Desa Menganti, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, melibatkan 26 kendaraan sound horeg dari kawasan Teraland menuju Lapangan Desa Menganti, Sabtu (31/10/2026) malam.
Arsyid Habibi Sekretaris Panitia Kirab Budaya, mengatakan tema kegiatan tahun ini adalah Menganti Aura Beda Bersatu.
Tema tersebut menggambarkan keterlibatan seluruh dusun di Desa Menganti yang masing-masing mengirimkan perwakilan untuk menampilkan kreasi budaya.
“Tiap dusun mengeluarkan masing-masing ini untuk kreasinya. Jadi, makanya kita membuat tema menganti Aura Beda Bersatu itu,” katanya.
Ia merinci, dari 26 kendaraan sound horeg yang terlibat, 25 di antaranya menggunakan truk dan satu lainnya menggunakan mobil pikap.
Arsyid menjelaskan, setiap peserta menampilkan pertunjukan selama 10 menit di titik akhir kirab. Penampilan tersebut menjadi puncak rangkaian parade budaya.
“Jadi, puncaknya nanti di peserta terakhir,” tuturnya.
Warga memadati jalananan untuk menyaksikan sound horeg di Menganti, Gresik, Sabtu (31/10/2026). Foto: Risky suarasurabaya.netBagus Arif Jauhari Camat Menganti mengatakan, rangkaian kegiatan berlangsung sejak sore hingga malam, dengan batas waktu sekitar pukul 23.00 WIB.
“Kirab ini juga diikuti kepala desa dan peserta parade budaya dengan rute dari Lapangan Perumahan Teralen menuju Lapangan Desa Menganti,” ucapnya.
Ia menjelaskan, Sedekah Bumi tersebut kembali digelar setelah sempat vakum pada 2025. Terakhir, kegiatan serupa berlangsung pada 2024.
Penggunaan sound horeg dalam kirab budaya Desa Menganti juga bukan yang pertama, karena sebelumnya sudah pernah digelar pada 2024.
Bagus mengatakan pihaknya telah mengimbau pengguna jalan yang hendak melintasi Simpang Empat Pasar Menganti untuk mencari jalur alternatif sejak sore hari. Rekayasa lalu lintas telah disiapkan bersama kepolisian dan Dinas Perhubungan.
“Karena sudah disiapkan jalur-jalur alternatif bersama rekan-rekan kepolisian dan Dinas Perhubungan untuk dibantu nanti diarahkan,” ujarnya.
Kirab budaya dalam rangka Sedekah Bumi Desa Menganti, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, melibatkan 26 kendaraan sound horeg, Sabtu (31/10/2026) malam. Foto: Risky suarasurabaya.netSementara itu, AKP Arif Rahman Kapolsek Menganti mengungkapkan, pihaknya telah menerima pemberitahuan kegiatan dari panitia sejak Agustus lalu.
Kepolisian juga sudah menyampaikan imbauan agar kegiatan Sedekah Bumi tidak menggunakan sound horeg karena adanya edaran terkait larangan penggunaannya.
“Kami mulai menerima laporan dari pihak panitia itu di bulan Agustus. Sudah kami sampaikan kalau bisa untuk kegiatan sedekah bumi itu tidak menggunakan sound horeg karena sudah ada edaran terkait larangan,” ucapnya.
Namun, panitia menyampaikan bahwa pemesanan kendaraan sound horeg telah dilakukan jauh-jauh hari, termasuk pembayaran uang muka atau DP kepada puluhan penyedia sound horeg tersebut.
Untuk mengantisipasi kepadatan, polisi telah menginformasikan sejumlah titik pengalihan arus di sepanjang rute kirab.
Selain itu, masyarakat yang hendak menuju kawasan Menganti juga dapat mempertimbangkan jalur Benowo untuk menghindari kepadatan di sekitar lokasi kegiatan.
“Untuk warga masyarakat kami sampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan karena ada karena adanya kegiatan masyarakat Desa Menganti yang melaksanakan kegiatan kirab budaya Sedekah Bumi. Diantisipasi untuk jalur dari arah Surabaya menuju Menganti mungkin bisa melalui jalur Benowo,” pungkasnya. (ris/saf/faz)





Komentar (0)