Mendikdasmen: Ada Kaitan Kehadiran Anak ke Sekolah dengan MBG

detik.com
18 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengungkapkan fenomena terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dia menyebut MBG tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan gizi peserta didik, tetapi juga mendorong peningkatan kehadiran siswa di sekolah.

Berdasarkan keterangan yang diterima, Sabtu (31/10/2026), Abdul Mu'ti mengatakan sejumlah penelitian menunjukkan adanya keterkaitan antara pelaksanaan program MBG dan tingkat kehadiran siswa. Ketersediaan makanan bergizi di sekolah menjadi salah satu daya tarik yang mendorong anak untuk datang dan mengikuti kegiatan belajar.

Hal disampaikan Abdul Mu'ti dalam acara penandatanganan perjanjian kerja sama BGN dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta peluncuran awal uji coba loka MBG.

"Ada banyak penelitian Pak (Sudaryono), kaitan antara MBG dengan tingkat kehadiran anak di sekolah. Jadi banyak anak yang berangkat ke sekolah itu karena akan makan sehat bergizi," kata Abdul Mu'ti.

Baca juga: Mendikdasmen Mu'ti Dapat Kejutan Reuni dengan Guru Semasa Sekolah di Kudus

Ia mengibaratkan daya tarik tersebut dengan kegiatan Jumat Berkah di masjid yang mendorong masyarakat datang untuk mendapatkan makanan. Namun, berbeda dengan kegiatan yang berlangsung setiap Jumat, MBG dilaksanakan secara rutin pada hari sekolah.

"Itu saya kira mirip dengan banyak hadir ke masjid karena ada Jumat Berkah, kira-kira begitu. Tapi ini tiap hari, tidak setiap hari Jumat," ungkap Mu'ti.

Menurutnya, manfaat MBG di lingkungan pendidikan diharapkan tidak terbatas pada pemenuhan kebutuhan gizi. Program ini juga diharapkan dapat mendukung semangat belajar siswa dan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan.

Selain mendorong kehadiran siswa, Abdul Mu'ti menilai program MBG dapat menjadi sarana untuk menanamkan pendidikan karakter sejak dini.

Pelaksanaan MBG di sekolah, kata dia, dapat dimanfaatkan untuk membangun kebiasaan positif dalam keseharian siswa. Mulai dari mengantre dengan tertib, menjaga kebersihan, berdoa sebelum dan sesudah makan, hingga menghargai makanan yang disajikan.

"Kami mengambil banyak sekali panduan tentang bagaimana makan bergizi gratis ini menjadi media untuk menanamkan karakter dan nilai-nilai serta kebiasaan dalam diri anak-anak, contohnya bagaimana mereka antri, bagaimana mereka membiasakan hidup bersih," ujar Abdul Mu'ti.

Dia berharap pembiasaan tersebut dapat memperkuat pembentukan karakter peserta didik melalui kegiatan sederhana yang dilakukan secara konsisten di sekolah.

Dengan demikian, pelaksanaan MBG diharapkan memberikan manfaat yang lebih luas bagi siswa. Selain memperoleh makanan bergizi, anak-anak juga dapat belajar menerapkan perilaku positif yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.

Abdul Mu'ti mengatakan pendataan penerima MBG di lingkungan pendidikan telah terintegrasi dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Integrasi ini terus disempurnakan untuk memastikan penerima manfaat merupakan peserta didik yang terdata secara resmi dalam sistem pendidikan.

"Kemudian kerja sama pendataan yang selama ini sudah terintegrasi dengan Dapodik, dipastikan bahwa semua yang menerima adalah murid-murid yang memang resmi terdata dalam sistem kami dan memang terus kita sempurnakan," katanya.

Sementara itu, Kepala BGN Sudaryono mengapresiasi dukungan Kemendikdasmen dalam pelaksanaan MBG di satuan pendidikan.

"Terima kasih atas dukungan dari Kementerian Dikdasmen, dukungan dari Pak Menteri," ujar Sudaryono dalam Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Kemendikdasmen dan BGN, Jumat (30/10).

Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyediaan fasilitas pendukung di sekolah, seperti pembangunan wastafel, pengalokasian waktu khusus untuk pelaksanaan MBG, serta penguatan edukasi gizi melalui kurikulum pendidikan.

Baca juga: Cerita Mendikdasmen Tanya Cita-cita Anak SD, Tak Ada yang Ingin Jadi Petani




(lir/dhn)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kapolres Toraja Utara Gelar Minggu Kasih di Gereja Santo Petrus Batu Piak, Ajak Umat Jaga Kamtibmas
• 1 jam lalu
0
thumb
21 Penyakit-Layanan Tak Ditanggung BPJS Kesehatan per 1 November 2026
• 5 jam lalu
0
thumb
IHSG Anjlok ke 5.057, BEI Tetap Perkuat Reformasi Pasar Modal
• 8 jam lalu
0
thumb
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat Resmi Menikah Lagi
• 16 jam lalu
0
thumb
Agrowisata pilihan destinasi wisata di Lumajang selain Tumpak Sewu
• 16 jam lalu
0
Berhasil disimpan.