Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi

metrotvnews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali mengalami erupsi pada Sabtu, 31 Oktober 2026 malam. Peristiwa erupsi tersebut tercatat terjadi pada pukul 19.15 WIB.

"Terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau pada hari Sabtu, 31 Oktober 2026, pukul 19:15 WIB. Visual letusan tidak teramati," tulis BPBD Lampung dikutip dari akun Instagram @bpbdlampung, Sabtu, 31 Oktober 2026.

Baca Juga :

3 Gunung Api Berstatus Siaga, Warga Diimbau Tak Mendekat
Berdasarkan laporan pemantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung dan Magma Indonesia, erupsi masih berlangsung. Namun, tinggi kolom abu vulkanik serta arah abu tidak teramati secara visual di lokasi.

Petugas mengimbau masyarakat dan wisatawan tidak mendekati area kawah Gunung Anak Krakatau demi keselamatan. Pemantauan aktivitas kegempaan gunung api tersebut terus dilakukan secara intensif oleh pihak berwenang.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati kawasan tiga gunung api yang saat ini berstatus Level III atau Siaga. Langkah tersebut untuk mengantisipasi ancaman potensi bahaya vulkanik di kawasan rawan bencana.


Informasi erupsi terkini Gunung Anak Krakatau. Foto: Instagram @/bpbdlampung

Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), tiga gunung api yang saat ini berstatus Siaga meliputi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Gunung Merapi di perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah, serta Gunung Semeru di Jawa Timur.

"Kami juga perlu mengimbau dan merekomendasi masyarakat, wisatawan, maupun pelaut dilarang mendekati Gunung Anak Krakatau sesuai dengan petunjuk resmi dari BPBD maupun PVMBG," kata Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton S.P. Panjaitan dalam keterangan tertulis, Jumat, 30 Oktober 2026.

Untuk Gunung Anak Krakatau, BNPB menetapkan batas zona aman dengan melarang seluruh aktivitas masyarakat dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung. Potensi ancaman bahaya meliputi aliran lava, lontaran batu pijar, hingga hujan abu lebat.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Menperin Dorong Substitusi Impor, Begini Dampaknya ke Ekonomi RI
• 22 jam lalu
0
thumb
Menaker dorong sinergi lintas lembaga guna perluas kesempatan kerja
• 23 jam lalu
0
thumb
AS Siap Menyerang Iran?! Ribuan Jaringan Pengadaan Militer Rahasia Teheran Terbongkar!
• 17 jam lalu
0
thumb
Gibran Bisa Ajukan Peninjauan Kembali atau PK atas Putusan MA, Pengamat Soroti Tekanan Politik
• 1 jam lalu
0
thumb
Trump optimistis kesepakatan damai Rusia-Ukraina segera tercapai
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.