Stockpile Amman Mineral Melonjak 75%, Tembus Rp27,7 T

wartaekonomi.co.id
7 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Nilai persediaan bijih tambang atau stockpile PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) meningkat tajam hingga September 2026. Total nilai stockpile perusahaan mencapai US$2,68 miliar atau sekitar Rp48,64 triliun, naik 75,7% dibandingkan posisi akhir Desember 2025 sebesar US$1,53 miliar atau sekitar Rp27,70 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 30 September 2026, kenaikan nilai stockpile tersebut mencapai US$1,16 miliar atau sekitar Rp20,94 triliun hanya dalam sembilan bulan.

Secara terperinci, stockpile lancar AMMN tercatat sebesar US$691,46 juta, meningkat dari US$535,18 juta pada Desember 2025. Sementara itu, stockpile tidak lancar mencapai US$1,99 miliar, melonjak dari US$991,72 juta pada akhir tahun lalu.

Dengan demikian, sekitar 74,2% dari total nilai stockpile AMMN per September 2026 tercatat sebagai aset tidak lancar.

Di sisi operasional, AMMN melaporkan telah menambang sebanyak 190 juta ton material sepanjang Januari–September 2026. Jumlah tersebut turun 16% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 225 juta ton.

Meski volume material yang ditambang menurun, pengolahan bijih justru meningkat. Total bijih yang diproses mencapai 32 juta ton, naik 38% dibandingkan sembilan bulan pertama 2025 sebanyak 23 juta ton.

Perusahaan juga mencatat peningkatan produksi bijih segar (fresh ore) menjadi 93 juta ton dari sebelumnya 20 juta ton pada periode yang sama tahun lalu.

"Total material yang ditambang selama sembilan bulan pertama 2026 mencapai 190 juta ton, sesuai dengan rencana penambangan. Produksi bijih segar meningkat signifikan menjadi 93 juta ton dari 20 juta ton pada sembilan bulan pertama 2025, mencerminkan kemajuan berkelanjutan dalam penambangan bijih berkadar tinggi Phase 8," tulis manajemen dalam laporan.

AMMN juga mencatat peningkatan kadar bijih yang diproses. Kadar tembaga naik menjadi 0,51% dari sebelumnya 0,35%, sedangkan kadar emas meningkat menjadi 0,62 gram per ton dari 0,12 gram per ton.

Peningkatan volume pengolahan dan kadar bijih tersebut mendorong produksi konsentrat tembaga AMMN mencapai 580.713 ton kering (dry metric tonnes/dmt), meningkat 87% secara tahunan. Produksi tembaga dalam konsentrat mencapai 332 juta pon, sedangkan produksi emas dalam konsentrat mencapai 541.337 ons.

"Bijih yang diproses meningkat 38% secara tahunan menjadi 32 juta ton, dibandingkan 23 juta ton pada sembilan bulan pertama 2025. Peningkatan volume pengolahan memperbaiki efisiensi pemrosesan dan menurunkan biaya pengolahan per unit sebesar 21% menjadi US$4,85 per ton," tulis manajemen.

Baca Juga: Komisaris Diciduk Kejagung atas Korupsi Rp401 Miliar, Ini Respons Amman

Baca Juga: Kejagung Tetapkan Komisaris Amman Tersangka Korupsi Nikel, Bagaimana Nasibnya?

Di sisi lain, peningkatan nilai stockpile tersebut perlu dicermati dari sisi pengelolaan persediaan dan kebutuhan operasional perusahaan. Terlebih, AMMN tengah mengembangkan kapasitas fasilitas pengolahan bijih untuk mendukung kegiatan tambang Batu Hijau dan proyek Elang pada masa mendatang.

Dalam laporan perusahaan, kapasitas tahunan pabrik pengolahan bijih telah diperluas menjadi 85 juta ton. Fasilitas tersebut akan mendukung pengolahan bijih dari Batu Hijau Phase 8 serta tambang Elang ketika mulai beroperasi.

Meski demikian, manajemen tidak merinci secara terperinci komposisi stockpile senilai US$2,68 miliar tersebut, termasuk jenis material yang tersimpan, volume fisik masing-masing material, serta penyebab peningkatan nilainya selama sembilan bulan pertama 2026.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ungu rayakan 30 tahun berkarya lewat konser Waktu Yang Dinanti
• 21 jam lalu
0
thumb
Simak Sebelum Berangkat, Inilah Jadwal KRL Rute Jakarta Kota-Nambo Hari Ini 31 Oktober 2026
• 21 jam lalu
0
thumb
Kapolri Suyudi Bikin Gebrakan untuk Bantu Pengangguran: Kita akan...
• 22 jam lalu
0
thumb
Syarat Terbaru Penerima BSU Kemnaker 2026, Cek Besaran dan Jadwal Cair
• 21 jam lalu
0
thumb
Bisnis Mobil Bekas Dongkrak Pendapatan ASLC hingga Rp964,8 Miliar
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.