Menjahit Timur dan Barat, Indramayu Simpul Raksasa yang Menyatukan Jaringan Gas Bumi Pulau Jawa

tvonenews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Indramayu, tvOnenews.com - Di tengah bentang pesisir utara Jawa, tepatnya di Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, sebuah fasilitas energi berdiri dengan peran yang jauh melampaui ukuran fisiknya. Namanya Stasiun Kompresor Gas Kananghaur Timur (SKG KHT).

Di tempat inilah dua jaringan besar pipa transmisi gas bumi dari wilayah timur dan barat Pulau Jawa bertemu. Sebuah pertemuan infrastruktur yang menandai babak baru dalam sistem distribusi energi nasional, sekaligus membuka peluang penyaluran gas yang lebih fleksibel antar daerah.

SKG KHT bukan sekadar titik persambungan pipa. Stasiun yang dikelola PT Pertamina Gas (Pertagas) Operation West Java Area ini menjadi salah satu simpul penting dalam jaringan transmisi gas bumi yang membentang dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, hingga kawasan industri Cilegon, Banten.

Panjang jaringan yang terintegrasi tersebut mencapai lebih dari 1.000 kilometer. Sebuah infrastruktur energi yang menghubungkan pusat-pusat produksi dan pasokan gas dengan kawasan industri, kilang, hingga jaringan distribusi untuk kebutuhan masyarakat.

Di balik bentangan pipa itu, ada pasokan gas tidak hanya tersedia, tetapi juga dapat bergerak menuju wilayah yang paling membutuhkan.

Sebelum jaringan Cirebon-Semarang (CISEM) tersambung, sistem transmisi gas di Pulau Jawa masih terbagi dalam beberapa jalur yang belum sepenuhnya terintegrasi. Di sisi barat, Pertagas telah mengoperasikan jaringan dari Cilegon hingga Cirebon. 

Sementara di sisi timur, terdapat jaringan yang menghubungkan wilayah operasi sekitar Gresik hingga Semarang. Kedua jaringan tersebut sebelumnya belum terhubung secara langsung melalui jalur transmisi yang berkesinambungan.

Kondisi itu berubah setelah pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membangun jaringan pipa transmisi CISEM. Proyek ini menjadi bagian dari upaya memperkuat infrastruktur gas bumi sekaligus menghubungkan sumber pasokan dengan pusat-pusat kebutuhan energi di Pulau Jawa.

CISEM dibangun dalam dua tahap. Tahap pertama, Semarang-Batang, jalur tersebut telah beroperasi sekitar tiga tahun lalu dan menjadi penopang pasokan gas bagi Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Kendal, serta jaringan gas rumah tangga.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kemenhub Siapkan Ramp Check 2.140 Kapal hingga 223 Bandara Jelang Nataru
• 10 jam lalu
0
thumb
Intip Deretan 10 Saham yang Merugi Sepekan, VKTR Pimpin Top Losers
• 13 jam lalu
0
thumb
Ini Link Live Streaming Persik Kediri Vs Persita Tangerang di BRI Super League
• 10 jam lalu
0
thumb
Konsolidasi Internal PDIP Lampung, Hasto Tekankan Keberanian-Kesabaran Kader
• 15 jam lalu
0
thumb
BPBD: Penanganan karhutla di Sulteng capai 90 persen
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.