Penjualan Moncer di Tengah Ancaman Overcapacity, Laba SIG (SMGR) Tumbuh hingga 363 Persen

idxchannel.com
58 menit lalu
Cover Berita

pasar ekspor juga terus dioptimalkan sebagai strategi mengatasi kelebihan kapasitas industri sekaligus meningkatkan utilisasi pabrik.

Penjualan Moncer di Tengah Ancaman Overcapacity, Laba SIG (SMGR) Tumbuh hingga 363 Persen (foto: iNews Media Group)

IDXChannel - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), atau SIG, resmi merilis capaian kinerjanya hingga September 2026, dengan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat mencapai Rp532 miliar.

Realisasi kinerja tersebut melonjak hingga 363,1 persen dibanding torehan laba periode berjalan pada periode sama tahun sebelumnya, yang masih sekitar Rp146,6 miliar.

Baca Juga:
Fokus Garap Bisnis Berkelanjutan, Begini Strategi Semen Indonesia (SMGR)

Capaian tersebut dinilai cukup menggembirakan, lantaran diraih di tengah tantangan overcapacity industri semen domestik dan dinamika geopolitik yang memberi tekanan kenaikan harga-harga barang di masyarakat.

Secara keseluruhan, sebagaimana disampaikan Perseroan melalui Laporan Keuangan konsolidasi unaudited periode Januari–September 2026, SIG mencatatkan total volume penjualan sebesar 27,87 juta ton.

Baca Juga:
Fokus Kinerja Jangka Panjang, SIG Kaji Opsi Buyback Saham SMGR

Pada saat yang sama, realisasi pendapatan tercatat tumbuh 9,3 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp27,67 triliun. Sedangkan  capaian EBITDA meningkat 8,4 persen menjadi Rp3,56 triliun.

"Di tengah tekanan overcapacity dan kenaikan biaya energi, kami berfokus untuk mengamankan pasar dan pendapatan, meningkatkan efisiensi melalui operational excellence, serta memperkuat pengelolaan keuangan untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan bisnis," ujar Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, dalam keterangan resminya, Sabtu (31/10/2026).

Secara umum, Indrieffouny menyebut bahwa peningkatan profitabilitas merupakan hasil implementasi dari berbagai inisiatif strategis perusahaan, dengan didukung oleh penguatan fundamental bisnis, optimalisasi operasional, serta pengelolaan keuangan yang disiplin.

Tak hanya itu, pemulihan permintaan semen nasional dinilai turut menjadi pendorong kinerja penjualan SIG, di mana realisasi penjualan domestik tumbuh 4,2 persen (YoY) menjadi 22,27 juta ton.

Dalam hal ini, segmen semen kantong menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan 4,6 persen, sedangkan segmen semen curah meningkat 2,9 persen.

Sementara dari sisi biaya, beban pokok pendapatan tercatat Rp21,55 triliun atau meningkat 6,1 persen (YoY), sedangkan beban keuangan bersih berhasil ditekan hingga turun 37 persen (YoY).

Untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan, SIG optimistis terhadap prospek industri semen nasional seiring meningkatnya aktivitas konstruksi.

Hal tersebut ditopang oleh sejumlah proyek strategis pemerintah, seperti program pembangunan tiga juta rumah, infrastruktur nasional dan daerah, giant sea wall, serta investasi industri dan hilirisasi, diproyeksikan menjadi sumber pertumbuhan permintaan.

Sedangkan peluang dari sektor swasta juga tak kalah menjanjikan, termasuk pembangunan hunian vertikal, kawasan komersial, dan pusat data (data center), juga terus dibidik.

"Kami akan senantiasa memperkuat kepemimpinan pasar domestik melalui pengelolaan pasar mikro, disiplin harga, serta pengembangan produk turunan untuk memenuhi kebutuhan konstruksi modern," ujar Indrieffouny.

Selain itu, pada saat yang sama, pasar ekspor juga terus dioptimalkan sebagai strategi mengatasi kelebihan kapasitas industri sekaligus meningkatkan utilisasi pabrik.

Sejak Juni 2026, melalui anak usahanya PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB), SIG telah mengekspor lebih dari 300 ribu ton semen tipe khusus ke Amerika Serikat melalui kemitraan strategis dengan Taiheiyo Cement Corporation.

Dari sisi tata kelola, SIG juga menjalankan program Streamlining Entitas SIG Group melalui penataan anak usaha guna mengoptimalkan model bisnis serta menciptakan struktur organisasi yang lebih efektif dan efisien.

Optimalisasi efisiensi biaya dan operasional akan terus diperkuat untuk menjaga profitabilitas, sekaligus memaksimalkan peluang bisnis di tengah persaingan industri semen yang semakin dinamis.

SIG juga memperkuat komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan melalui promosi penggunaan semen hijau dan produk turunan rendah emisi.

"Kami senantiasa berupaya menghadirkan solusi bahan bangunan ramah lingkungan untuk berbagai kebutuhan konstruksi, mulai dari pembangunan rumah hingga proyek strategis nasional, sekaligus mendukung pertumbuhan industri konstruksi yang lebih berkelanjutan," ujar Indrieffouny.

(taufan sukma)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ingatkan Bahaya Politik Pecah Belah, Presiden Prabowo Ajak Generasi Muda Belajar dari Kesalahan Pahit Masa Lampau
• 3 jam lalu
0
thumb
Achraf Hakimi hattrick saat PSG telan Le Havre 5-1
• 14 jam lalu
0
thumb
Wage Subsidy Rules Revised, Workers Earning Up to Rp3.5 Million Can Get Subsidy
• 22 jam lalu
0
thumb
Kualitas Udara dan Arah Transisi Energi Indonesia
• 22 jam lalu
0
thumb
Xabi Alonso meminta Chelsea tampil terbaik hadapi MU
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.