Mendes Luncurkan Program Desa Pasok Biomassa ke PLTU, Dimulai dari Serang

detik.com
3 jam lalu
Cover Berita
Serang -

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menyebut Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bakal memasok biomassa ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Proyek percontohannya dimulai dari BUMDes Kabupaten Serang.

Badan usaha di desa ini nantinya akan memasok biomassa ke sejumlah PLTU di Indonesia. Pasokan pertama akan dimulai dari Desa Salira, Kabupaten Serang, yang akan memasok biomassa ke PLTU Suralaya.

"Baru saja kami dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia merealisasikan MoU antara Kemendes dan PT PLN (Persero). Dan kami sudah melakukan perjanjian kerja sama dengan anak perusahaan PLN yaitu PT EPI (Energi Primer Indonesia). Hari ini kami launching yaitu biomassa dari desa," kata Yandri di Serang, Sabtu (31/10/2026).

Baca juga: Kemendes PDT Gandeng Malaysia Kebut Pembangunan Kawasan Perdesaan

Yandri mengatakan potensi biomassa dari desa nantinya akan memenuhi kebutuhan biomassa di PLTU. Saat ini, potensi biomassa yang diproyeksikan PT PLN EPI sebesar 8,5 juta ton.

"Potensinya 8,3 juta ton. Nah, 8,3 juta ton potensi biomassa ini. Baru tadi dimanfaatkan kata Pak Rakhmad Dewanto baru 2,5 juta ton, bergerak akan menjadi 3 juta ton, itu sedikit sekali, ya, dari kebutuhan yang diperlukan oleh PLN," ujarnya.

Yandri menyebut pihaknya masih memetakan potensi desa-desa yang dapat memasok biomassa ke PLTU di Indonesia. Yandri menyebut total ada sebanyak 75.266 desa di Indonesia.

"Saya kira kalau ini berkolaborasi, desa-desa ini mungkin bisa memetakan nanti di mana saja pusat jagung, bongkolnya itu bisa dibuat biomassa. Mungkin ada yang batok kelapa, serabut kelapa, intinya jangan dibuang," katanya.

Sementara, Direktur PT PLN EPI, Rakhmad Dewanto mengatakan, biomassa ini akan digunakan untuk bahan bakar energi listrik di PLTU dengan mencampurkannya bersama batu bara sebagai bahan bakar utama pembangkit listrik.

"Ini bagian dari PLN Group untuk melibatkan partisipasi dari masyarakat sekitar untuk mengolah yang sebelumnya limbah pertanian, limbah industri, ada serbuk gergaji, ada jerami, ada bongkol jagung, ada cangkang sawit. Nah ini kita ubah, kita campurkan bahan ini dengan batu bara," katanya.

Rakhmad mengatakan, PLN Group sudah menyerap 2,4 juta ton biomassa sebagai bahan bakar campuran batu bara pada 2026. Hasilnya, kata dia, perusahaan sudah mengurangi emisi CO2 sebesar 2,4 juta ton.

"Jadi ini untuk bagian dari emisi, tahun ini PLN 2,4 juta ton bahan bakar batu bara itu digantikan dengan biomassa. Artinya kita sudah mengurangi emisi 2,4 juta ton emisi CO2. Juga ini sebagai pengembangan ekonomi untuk kolaborasi kita dalam mendukung perekonomian sekitar," tuturnya.




(fca/fca)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
B50 Jadi Upaya Indonesia Menuju Kemandirian Energi
• 19 jam lalu
0
thumb
Raksasa! Paus Biru Terdampar di NTT, Panjang Capai 25 Meter
• 7 jam lalu
0
thumb
Samator Indo Gas Raup Laba Bersih Rp114,3 Miliar, Naik 79%
• 11 jam lalu
0
thumb
Yield SBN Tembus 7,7%, Beban Bunga Utang RI Berpotensi Membengkak
• 18 jam lalu
0
thumb
Madura United bertekad putus tren positif PSM
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.