Pria pelaku penusukan di Jembatan Nginden, Surabaya yang ditemukan meninggal dunia di Sungai Jagir, Sabtu (31/10/2026) pagi, merupakan warga Pematangsiantar, Sumatera Utara.
Irvan Widyanto Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya mengatakan, identitas pria itu yakni inisial RBS (32 tahun).
“Yang jelas kita sudah juga mendapatkan identitasnya. Dia masih berusia 32 tahun. Bukan warga Surabaya. Dia berasal dari Sumatera Utara, Pematangsiantar,” ujar Irvan saat on air di Radio Suara Surabaya, Sabtu.
Irvan menjelaskan, jenazah ditemukan sekitar pukul 05.35 WIB di bawah Jembatan Nginden Intan, sekitar 800 meter dari lokasi pria tersebut menceburkan diri di kawasan Jembatan Panjang Jiwo.
Saat ditemukan, tubuh pria itu dalam kondisi tertutup tanaman eceng gondok. Petugas awalnya melihat bagian ikat pinggang dan celana, kemudian mendekati lokasi untuk memastikan temuan tersebut.
“Kelihatan ikat pinggangnya sama celananya, akhirnya sama teman-teman didekati, ternyata benar. Akhirnya dievakuasi,” jelasnya.
Menurut Irvan, keberadaan eceng gondok jadi salah satu tantangan dalam pencarian karena menutupi permukaan sungai. Petugas harus membuka kumpulan tanaman itu untuk memeriksa area di bawahnya.
“Sebetulnya bisa juga kesangkut eceng gondok atau justru pencariannya lebih sulit karena ketutupan eceng gondok itu,” katanya.
Terkait kondisi sungai, Irvan memperkirakan kedalaman air di kawasan Panjang Jiwo dan Nginden saat itu mencapai sekitar 10 meter, terutama pada bagian tengah. Meski demikian, kondisi permukaan air saat kejadian disebut relatif normal, tidak sedang mengalami pasang tinggi maupun surut.
Irvan juga mengungkapkan, rekaman video amatir yang beredar memperlihatkan pria itu sempat berenang setelah melompat ke sungai. Namun, belum diketahui secara pasti penyebab tenggelam.
Ia menduga ada kemungkinan pria tersebut kesulitan mencapai tepian atau kehabisan tenaga dan napas saat berada di dalam air, sehingga akhirnya tenggelam.
Setelah ditemukan, jenazah kemudian dievakuasi oleh petugas gabungan dan dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya untuk penanganan lebih lanjut oleh kepolisian.
Dalam operasi pencarian itu, BPBD Surabaya bekerja sama dengan Basarnas, Polrestabes Surabaya, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), serta sejumlah relawan.
“Jadi kerja bareng, kolaborasi, teman-teman semua pagi, siang, malam bergantian untuk mencari kemarin,” ujar Irvan.
Sebagai informasi, RBS diduga terlibat penusukan terhadap seorang pengguna jalan di kawasan Jembatan Nginden pada, Kamis (29/10/2026) malam.
Peristiwa bermula dari cekcok antara rombongan pengendara Toyota Avanza yang ditumpangi RBS, dengan Toyota Innova Zenix. Saat keributan berlangsung, RBS diduga menusuk korban menggunakan pisau.
Pria tersebut kemudian melompat ke Sungai Jagir untuk melarikan diri dari amuk massa. Setelah dilakukan pencarian oleh Tim SAR gabungan, jenazahnya ditemukan pada Sabtu pagi. (bil/iss)





Komentar (0)