Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun: Polisi Ungkap Sebab Istri Sah Tak Curiga Aktivitas Pelaku

eranasional.com
5 jam lalu
Cover Berita

Madiun, ERANASIONAL.COM – Kasus pembunuhan keji yang dilakukan oleh Dwi Bagus Martono (40) terhadap istri sirinya, Dini Hardiyanti (30), dan anak tirinya, AGF (4), menyimpan fakta baru.

Meski aksi biadab berupa pembakaran dan penghancuran jasad korban di pekarangan belakang berlangsung selama dua hari, istri sah tersangka berinisial MA sama sekali tidak menaruh curiga.

Penyidik menduga ketidaktahuan MA berakar dari hubungan rumah tangga mereka yang sudah lama retak.

Katim Opsnal Unit III Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, Aipda Sigit Dwi Susanto alias Hellboy, membenarkan bahwa ikatan pernikahan antara tersangka dan MA kurang harmonis.

“Hubungan mereka selama ini memang kurang harmonis,” ungkap Sigit, Jumat (30/10).

Akibat keretakan tersebut, komunikasi di antara keduanya sangat minim.

Sehari-hari, baik tersangka maupun MA menjalani rutinitas masing-masing meski masih tinggal di bawah atap yang sama.

MA yang berprofesi sebagai tenaga pengajar memilih langsung masuk ke dalam kamar setibanya di rumah.

Situasi ini membuat MA praktis tidak pernah menyambangi area kebun belakang yang dijadikan tempat oleh pelaku untuk menutupi jejak kejahatannya.

“Pulang dari bekerja, sang istri biasanya langsung masuk kamar. Jadi dia (MA) tidak pernah melihat kebun (di belakang rumah) itu,” tambah Sigit.

Selain faktor komunikasi yang minim, karakter pribadi Dwi Bagus yang dikenal tertutup turut andil membuat aksi kriminalnya luput dari pengamatan sang istri.

Faktor Tata Letak Rumah

Dari sudut pandang teknis bangunan, Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur, menjelaskan bahwa struktur fisik rumah turut mendukung aksi tersangka.

Kendati berada dalam satu kompleks pekarangan, bangunan utama tempat tinggal dan area belakang disekat oleh tembok pembatas.

Akses menuju lokasi penghancuran jasad pun hanya dihubungkan melalui sebuah pintu kecil.

Kondisi tersebut membuat seluruh aktivitas di pekarangan belakang mustahil terlihat secara langsung dari ruang utama rumah.

Akibatnya, MA tidak mengetahui saat sucinya membawa jasad korban, melakukan pembakaran, hingga menghancurkan sisa jasad menggunakan mesin penggiling.

Kendati demikian, penyidik menegaskan bahwa temuan ini masih sebatas hasil pemeriksaan awal.

Sejauh ini, belum ada bukti yang menunjukkan keterlibatan MA, baik dalam aksi pembunuhan maupun upaya penghilangan barang bukti.

Kronologi Singkat Kasus

Tragedi ini bermula ketika Dini dan putranya dilaporkan hilang sejak 20 September 2026.

Sebelum menghilang, keduanya berencana bertolak ke kawasan wisata Telaga Sarangan, Magetan, untuk merayakan hari ulang tahun AGF bersama Dwi Bagus Martono.

Namun, rencana pelesir tersebut berujung maut. Berdasarkan hasil investigasi, tersangka menghabisi nyawa Dini di sebuah kamar hotel di Kota Madiun pada tanggal yang sama.

Guna memindahkan jasad korban, pelaku memanfaatkan sleeping bag. Pergerakan tersangka saat membawa jenazah tertangkap oleh kamera pengawas (CCTV).

Beberapa jam kemudian, tersangka juga membunuh AGF di dalam kendaraan.

Polisi menduga bocah tersebut dieksekusi lantaran dikhawatirkan dapat menjadi saksi mata atas pembunuhan sang ibu.

Setelah kedua korban tewas, jasad mereka dibawa ke pekarangan belakang rumah tersangka di Madiun untuk dibakar dan dihancurkan.

Kasus ini akhirnya tersingkap setelah aparat melakukan serangkaian penyelidikan intensif atas laporan orang hilang.

Dwi Bagus Martono berhasil diringkus di wilayah Jombang pada Minggu (25/10/2026).

Dua hari berselang, polisi menggelar pra-rekonstruksi dan menemukan sejumlah fragmen tulang yang kini tengah melalui uji DNA guna memastikan identitasnya. []


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Suket Dinyatakan Tidak Sah, Gibran Mau Tak Mau Harus Mundur?
• 16 jam lalu
0
thumb
Ekonomi Asia Tangguh di Tengah Krisis Energi, Kini Bersiap Hadapi Tantangan AI
• 6 jam lalu
0
thumb
Hasil Villarreal vs Espanyol: Los Periquitos Menang Tipis dan Akhiri Tren Buruk
• 7 jam lalu
0
thumb
Gubernur Bali janjikan kuliah gratis atlet disabilitas berprestasi
• 7 jam lalu
0
thumb
Kim Jong Un Pamer Teknologi Drone dan Senjata Canggih Korea Utara
• 16 jam lalu
0
Berhasil disimpan.