Prabowo: Mereka yang Malas Belajar Sejarah Akan Dihukum oleh Sejarah

wartaekonomi.co.id
6 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto melontarkan peringatan keras mengenai bahaya amnesia sejarah di kalangan masyarakat modern. Hal itu dilakukannya untuk membangun optimisme dan kewaspadaan di Indonesia.

Prabowo menegaskan bahwa bangsa yang mengabaikan rekam jejak masa lalunya akan rentan terjatuh pada lubang penderitaan yang sama, dan alam secara otomatis akan memberikan ganjarannya.

Baca Juga: Ketegangan Belum Usai, Indonesia Cium Praktik 'Gelap' Singapura Terkait 148 Kargo Gas RI

"Mereka yang malas belajar sejarah akan dihukum oleh sejarah. Ini pelajaran ribuan tahun," ujar Prabowo dikutip Sabtu (31/10/2026).

Konsep 'hukuman sejarah' yang disinggung presiden merujuk langsung pada rentetan kolonialisme yang pernah mencengkeram Indonesia selama ratusan tahun.

Hilangnya kedaulatan di masa lalu bermula dari ketidakmampuan bangsa menjaga persatuan di tengah infiltrasi paham-paham yang memecah belah dan mengerdilkan kepentingan nasional.

Kendati mengakui masih adanya potensi ancaman serupa di masa kini, presiden meyakini kekuatan negara saat ini jauh lebih tangguh untuk memitigasi dan mengatasi persoalan tersebut.

Untuk memperkuat benteng pertahanan dari hukuman sejarah tersebut, presiden menekankan pentingnya pendidikan struktural dan kultural. Ia menyebut keberhasilan pembangunan suatu bangsa bertumpu pada pendidikan yang dimulai bahkan sejak anak belum lahir, berlanjut ke pendidikan orang tua, usia dini, hingga ke level lanjutan.

Demi mewujudkan arsitektur pendidikan yang paripurna tersebut, negara diwajibkan melakukan intervensi pendanaan dalam skala raksasa. Hal ini hanya bisa dieksekusi jika seluruh instrumen pemerintahan berkomitmen mengamankan sumber daya alam dan aset finansial negara dari mentalitas korup para pejabatnya.

Baca Juga: BYD Subang Digeruduk Ormas, Menteri Prabowo: Warga Merasa Belum Cukup, Jangan Beda Frekuensi

Prabowo menutup pesannya dengan deklarasi tanpa kompromi bahwa segala bentuk korupsi, penyelewengan, dan penyalahgunaan wewenang adalah akar dari segala kehancuran bangsa yang telah terbukti berulang kali dalam catatan sejarah.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Gibran soal Denny Indrayana Cabut Gugatan di PTUN: Kami Siap Buka-bukaan, Malah Mundur
• 23 jam lalu
0
thumb
WIKA Cetak Penjualan Rp15,8 Triliun di Kuartal III-2026, Naik 11,9%
• 22 jam lalu
0
thumb
Mahfud Buka Suara soal Nasib Jabatan Gibran Usai MA Nyatakan Suket Tak Sah
• 1 jam lalu
0
thumb
Pramono Kaji Usulan 76 Taman di Jakarta Buka 24 Jam, Bakal Dilengkapi CCTV
• 21 jam lalu
0
thumb
Link Live Streaming BRI Super League: PSM Makassar Vs Madura United
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.