Setelah bertahun-tahun setia melayani jutaan penumpang Jabodetabek, KRL Commuter Tokyo Metro seri 6000 (TM 6000) akan segera pensiun. Penghentian operasional KRL TM 6000 telah disosialisasikan di sejumlah stasiun dan gerbong kereta.
Menjelang masa pensiun KRL Tokyo Metro seri 6000, KAI Commuter telah memasang sejumlah banner di dalam gerbong KRL. Banner bertuliskan 'Terima Kasih 6000 Series' terpajang di gerbong KRL TM 6030 relasi Bogor-Jakarta Kota.
Sejumlah anak kereta atau Anker, julukan bagi pekerja yang sehari-hari menggunakan kereta sebagai sarana transportasi, mengabadikan momen KRL TM 6000 di beberapa stasiun. Salah satu rekaman video amatir menunjukkan KRL TM 6000 melintas di Stasiun Depok, disebut sebagai perjalanan terakhirnya (last run).
"Arigatou," demikian teriak Anker melepas KRL TM 6000 di salah satu stasiun, dalam rekaman video viral yang dilihat detikcom, Sabtu (31/10/2026).
Dikonfirmasi, VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menyampaikan bahwa Commuter TM 6000 hingga saat ini masih beroperasi. Adapun, pemasangan banner pada gerbong kereta merupakan persiapan menuju pensiunnya Commuter TM 6000.
"Commuter TM 6000 masih beroperasi. Banner memang dipasang untuk persiapan nantinya TM 6000 masuk masa akhir operasi, namun masa akhir operasi bukan di hari ini," kata Karina.
Karina menyampaikan Commuter TM 6000 memang akan segera pensiun. Meski demikian, pihaknya belum bisa memastikan tanggal resmi pensiunnya KRL asal Jepang ini.
"Masih belum kami tetapkan untuk tanggal pengoperasian terakhirnya. Nanti pasti akan kami update," pungkasnya.
Dikutip dari berbagai sumber, KRL Tokyo Metro seri 6000 adalah kereta rel listrik buatan Jepang yang beroperasi di lintas commuter Jabodetabek. KRL yang diproduksi oleh Nippon Sharyo, Kawasaki Heavy Industries, Kinki Sharyo, Tokyu Car Corporation, dan Kisha Seizo ini mulai beroperasi di Jabodetabek sejak 2011.
KRL Tokyo Metro seri 6000 merupakan KRL dengan populasi kedua terbanyak di Jabodetabek dengan 27 rangkaian kereta, dengan 23 rangkaian yang masih beroperasi dan 4 kereta yang sudah dipensiunkan atau dirucat sebagian di Dipo Stasiun Depok dan Stasiun Cikaum.
KRL ini sempat menjadi KRL dengan populasi terbanyak di Jabodetabek dengan 13 rangkaian, sebelum KRL JR East seri 205 dapat melampauinya dengan 102 rangkaian dengan formasi 8, 10, 12 kereta per 1 rangkaiannya yang didatangkan dari Jepang, sebelum disusun ulang menjadi 45 rangkaian.
(mea/dhn)






Komentar (0)