Sering Dikira Capek Menatap Layar, Gejala Mata Ini Ternyata Tanda Penyakit Katarak

grid.id
3 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Pernah nggak sih ngerasa pandangan mata tiba-tiba agak buram kayak kaca berembun sehabis seharian mantengin laptop atau scrolling medsos?

Seringnya, kita bakal nyepelein hal itu dan mikir: "Ah, paling cuma mata lelah kelamaan di depan layar," atau "Kayaknya minus kacamata gue nambah, nih."

Eits, tunggu dulu! Gejala pandangan berkabut, gampang silau pas nyetir di malam hari, sampai warna benda yang kelihatan memudar ternyata bukan cuma tanda mata capek biasa. Bisa jadi itu sinyal awal datangnya katarak.

Dan faktanya, katarak sekarang nggak melulu soal penyakit lansia. Riwayat cedera mata, paparan sinar UV, pemakaian obat tertentu tanpa pengawasan, hingga penyakit metabolik seperti diabetes bikin katarak makin sering ditemukan di usia produktif, usia saat kita lagi aktif-aktifnya bekerja.

Ancaman Nyata untuk yang Masih Aktif Bekerja

Katarak sendiri terjadi saat lensa mata yang tadinya bening perlahan berubah jadi keruh. Masalahnya, proses ini berlangsung bertahap tanpa rasa nyeri, sehingga banyak orang baru sadar saat penglihatannya sudah terganggu dan mengancam produktivitas kerja.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, drg. Ani Ruspitawati, M.M., menyoroti pentingnya tindakan cepat bagi kelompok usia produktif agar kualitas hidup mereka tidak terpuruk.

"Tentu ketika dilakukan operasi dan percepatan, ini akan membawa perubahan yang luar biasa pada pasien, karena mereka usia produktif, masih harus bekerja, bisa bekerja kembali, bisa beraktivitas kembali. Dan yang kami lakukan adalah memberikan akses secepat mungkin sehingga segera bisa meningkatkan kualitas hidupnya," ujar drg. Ani saat ditemui di Pasar Minggu, Jumat (30/10/2026).

Sebetulnya katarak merupakan penyebab utama kebutaan yang bisa disembuhkan lewat operasi penggantian lensa. Namun, tantangan terbesarnya adalah antrean tindakan di rumah sakit yang sering kali menumpuk.

Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Cabang DKI Jakarta, dr. Julie Dewi Barliana, Sp.M(K), membeberkan kondisi backlog katarak yang terjadi di lapangan.

"Di Jakarta sendiri kalau dari perhitungan ada istilahnya backlog katarak, jadi ada pasien-pasien yang dengan katarak tapi masih belum teratasi karena keterbatasan antrean ya, antrean yang terlalu panjang, sementara setiap rumah sakit punya keterbatasan jumlah pasien untuk dilakukan operasi katarak sehingga kita membuka kesempatan bekerja sama dengan, kali ini dengan pihak Primaya dan dengan Dinas Kesehatan untuk mengajak pasien-pasien yang masih dalam antrean ini untuk masuk dalam program bakti sosial katarak," ungkap dr. Julie.

 

Dinkes DKI Jakarta sendiri terus menyisir pasien katarak lewat pemeriksaan rutin di lapangan.

"Ada 3.700 kasus saat ini. Tahun lalu yang bisa kami temukan ada 11.000 yang merupakan target. Jadi Dinas Kesehatan melalui kegiatan screening itu terus mencari gitu, orang-orang yang apa namanya menderita katarak," ungkap drg. Ani.

"Melalui cek kesehatan gratis, melalui kegiatan-kegiatan UKS di sekolah-sekolah, kami melakukan screening secara sederhana. Dikumpulkan oleh teman-teman di Puskesmas, sebagian memang kemudian bisa diakses melalui layanan RSUD, tetapi ketika antriannya panjang maka di-treatment dengan kegiatan-kegiatan baksos seperti ini," lanjutnya.

Sambut Hari Penglihatan Sedunia 2026: Kolaborasi Jakarta Bebas Katarak

Nah, pas banget dalam rangka menyambut Hari Penglihatan Sedunia 2026 (World Sight Day 2026), ada kabar baik untuk memangkas antrean panjang tersebut. Gerakan kolaborasi bertajuk Jakarta Free Katarak resmi digulirkan lewat program operasi katarak gratis!

Program bakti sosial ini mempertemukan sektor swasta, organisasi profesi medis, dan pemerintah daerah, yakni Primaya Hospital Group, Perdami Cabang DKI Jakarta, serta Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dengan dukungan RSUD di Jakarta seperti RSUD Pasar Minggu.

CEO Primaya Hospital Group, Leona A. Karnali, menjelaskan bahwa kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci agar target penanganan katarak tercapai.

"Bakti sosial katarak ini menuju Jakarta Free Katarak, ini merupakan bukti nyata ya, public-private partnership yang bagus untuk sama-sama membuat Indonesia semakin sehat. Jadi kita buat Jakarta sebagai percontohan bahwa kalau kerja sama, kolaborasi antara pihak swasta dengan asosiasi, dengan pemerintah berjalan dengan baik, kita bisa mencapai goal-goal kesehatan yang ingin kita capai. Nah dalam hal ini kita berusaha supaya Kota Jakarta bisa free katarak," tutur Leona.

Baksos ini menjaring hampir 100 pasien hasil skrining di RSUD untuk langsung mendapatkan penanganan operasi katarak gratis.

Nggak Perlu Takut, Operasi Dilakukan Sesuai Standar dan Minim Nyeri

Baca Juga: 10 Rekomendasi Makanan Terbaik Buat Kesehatan Mata, Anti Rabun!

 

Mungkin sebagian orang masih parno mendengar kata "operasi mata". Padahal, operasi katarak modern berlangsung sangat singkat dan hanya memakai bius tetes mata.

Ia juga menegaskan bahwa meski berbalut bakti sosial gratis, keselamatan dan mutu tindakan tetap menjadi prioritas utama.

"Salah satu syarat untuk melakukan operasi katarak pada baksos ini adalah harus dilakukan di rumah sakit. Jadi bagaimanapun kita harus tetap melakukan sesuai dengan SOP yang ada, standar yang ada gitu ya, sehingga diharapkan pasien bisa mendapatkan layanan terbaik meskipun dari bakti sosial," tambah dr. Julie.

Setelah operasi, pasien cukup menjaga kebersihan mata, menghindari gerakan menunduk berlebih sementara waktu, serta memakai obat tetes antibiotik dan antiradang sesuai instruksi dokter. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Teater Nyonya Ati Soetji Siap Digelar, Maudy Koesnaedy dapat Peran Antagonis
• 21 jam lalu
0
thumb
Veda Ega Pratama Percaya Diri usai Catat Hasil Positif di Sesi Practice Moto3 Malaysia 2026
• 3 jam lalu
0
thumb
BPOM Telusuri Minuman Teh Kemasan yang Diduga Mengandung Bahan Asing saat Demo di HI
• 5 jam lalu
0
thumb
Jadwal Hylo Open 2026, Jumat 30 Oktober: 4 Wakil Indonesia Main Malam Ini! Amri/Nita jadi yang Pertama yang Bertarung
• 22 jam lalu
0
thumb
Semen Tonasa Pulihkan Ekosistem Lewat Pembibitan dan Reklamasi Berkelanjutan
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.