Danyon Kav 10/Mendagiri Berganti, Pangdam Tekankan Profesionalisme Prajurit

eranasional.com
7 jam lalu
Cover Berita

Makassar, ERANASIONAL.COM – Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko memimpin upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Komandan Batalyon Kavaleri (Danyon Kav) 10/Mendagiri di Markas Komando (Mako) Yonkav 10/Mendagiri, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar, Jumat (30/10/2026).

Jabatan Danyon Kav 10/Mendagiri diserahterimakan dari Letkol Kav Agus Widodo kepada Letkol Kav Dian Pratomo.

Prosesi sertijab ditandai dengan penyerahan tongkat komando dan penandatanganan berita acara serah terima jabatan.

Dalam sambutannya, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Letkol Kav Agus Widodo atas dedikasi serta pengabdiannya selama memimpin Yonkav 10/Mendagiri.

Ia juga berpesan agar Agus Widodo tetap menjaga semangat sebagai petarung Hasanuddin sejati dalam menjalankan tugas di tempat penugasan yang baru.

Sementara kepada pejabat baru, Letkol Kav Dian Pratomo, Pangdam berharap agar mampu melanjutkan berbagai prestasi yang telah dirintis pendahulunya serta menghadirkan inovasi dan karya terbaik bagi satuan.

“Jadikan prajurit profesional, militan, pantang menyerah, dan pemberani. Ajak prajurit dan keluarganya untuk selalu dekat dengan masyarakat sekitar, serta laksanakan Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI, khususnya membantu kesulitan rakyat di sekelilingnya,” tegas Bangun.

Pangdam menekankan bahwa prajurit TNI memiliki tanggung jawab besar sebagai penjaga kedaulatan bangsa, pemelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sekaligus pelindung masyarakat.

Karena itu, setiap prajurit dituntut memiliki profesionalisme, keberanian, dan semangat pengabdian dalam menjalankan tugas.

Ia juga mengingatkan bahwa seorang perwira harus mampu menjadi teladan, motivator, sekaligus inovator bagi anggota yang dipimpinnya.

Menurut Bangun, kesiapan operasional satuan harus terus ditingkatkan melalui latihan secara terencana dan berkesinambungan.

Kemampuan bertempur prajurit juga harus senantiasa diasah untuk menghadapi berbagai tantangan tugas.

Di sisi lain, pimpinan satuan tidak boleh mengabaikan kesejahteraan prajurit dan keluarganya.

Bangun menilai setiap prajurit merupakan bagian penting dalam organisasi yang harus dihargai harkat dan martabatnya.

Oleh sebab itu, kepemimpinan perlu dibangun melalui komunikasi, koordinasi, kerja sama, serta keteladanan.

“Tidak ada tugas militer yang dapat dikerjakan seorang diri. Kuncinya adalah koordinasi, komunikasi, dan kerja sama untuk menyukseskan setiap misi,” ujarnya.

Selain itu, Pangdam turut menyoroti pentingnya dukungan keluarga dalam menunjang keberhasilan pelaksanaan tugas prajurit.

Ia secara khusus mengingatkan peran Persit dalam menciptakan suasana rumah tangga yang harmonis.

Dukungan keluarga dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga semangat dan motivasi prajurit ketika menjalankan tanggung jawab kedinasan.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Praperadilan Kedua Bahtiar dalam Kasus Bibit Nanas, Prof Trubus: Bukti Baru Harus Berbeda
• 20 jam lalu
0
thumb
Serba-serbi MA Nyatakan Suket Penyetaraan Ijazah SMA Gibran Tak Sah
• 7 jam lalu
0
thumb
Wamendagri: Bonus Demografi Harus Lahirkan Generasi Muda yang Inovatif
• 13 jam lalu
0
thumb
5 Kalimat yang Sering Diucap Pria dengan Ego Rapuh
• 19 jam lalu
0
thumb
Hasil BRI Super League: Yakob Sayuri Cetak Gol, Java United Sikat Bhayangkara FC 2-0
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.