Faldo Maldini: PKS dan PDIP Kemarin Terima Denny Indrayana, Kok Tidak Tanya Kenapa Kabur?

kompas.tv
9 jam lalu
Cover Berita
Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Faldo Maldini dalam dialog Kompas Petang, Kompas TV, Jumat (9/10/2026). (Sumber: Tangkapan layar Kompas TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Politikus PSI Faldo Maldini mempertanyakan mengapa PKS dan PDI Perjuangan (PDIP) tidak menanyakan kepada Denny Indrayana yang walk out atau keluar dan tidak melanjutkan gugatannya di Pengadilan Tata Usaha Negara atau PTUN.

Faldo menjawab pertanyaan tentang apakah partai politik koalisi pemerintah masih solid mendukung Gibran sebagai Wapres RI.

Menurut dia, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad sudah jelas, bahwa ia menghormati putusan Mahkamah Konstitusi (MK), bukan pertimbangannya.

“Saya kira dengan bagaimana pimpinan ya, pimpinan DPR sudah statement Bang Dasco statement-nya clear. Kita hormati putusan MK. Putusan ya, kawan-kawannya kan lebih banyak ngelihatnya pertimbangannya,” kata dia dalam dialog Kompas Petang, Kompas TV, Jumat (30/10/2026),

Baca Juga: Bahas Suket Ijazah Gibran, PKS Soroti Pasal 18 PKPU, Politikus PSI Singgung Komisi II DPR

“Putusannya tidak diterima gugatannya, yang kedua tidak bisa didiskualifikasi. Iya toh.”

Saat ditanya, apakah itu berarti ia yakin bahwa tidak akan ada hak angket maupun hak menyatakan pendapat, Faldo tidak menjawab secara gamblang.

Ia hanya mengatakan, justru salah jika partai politik yang memiliki kursi di DPR kemudian hanya diam saat didatangi oleh konstituen mereka.

Kenapa Kabur?

Baca Juga: PSI Usulkan Agar PKS dan PDIP Panggil KPU jika Hak Angket Gibran Tidak Tercapai

“Tapi kalau partai dilarang nanti sensi. Apalagi di DPR punya kursi ya. Apalagi didatangin sama konstituen, ya enggak apa-apa. Yang salah justru kalau saya partainya didatangin konstituen dia diam,” ucapnya.

“Tapi ya kita tentu berharap, tolonglah PKS, tolonglah PDIP ya. Kemarin misalnya nerima Pak Denny Indrayana kok enggak ditanya kenapa dia kabur gitu, misalnya kan. Kenapa pergi?”

Sebab, kata dia, jika berbicara tentang suket penyetaraan pendidikan, sebenarnya bisa diselesaikan di PTUN.

“Tapi kenapa tidak dilanjut?” ujarnya.

Saat kembali ditanya untuk menegaskan, apakah ia meragukan partai politik anggota koalisi pemeritah masih solid, Faldo menyebut makin solid setelah PKS bergabung.

“Solid dong, kita solid, apalagi PKS baru gabung solid kita makin solid,” tuturnya.

“Ya nggak apa-apa, berbeda pendapat tapi tetap satu keyakinan membela Prabowo-Gibran.”

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Tito-Dirhantoro

Sumber : Kompas TV

Tag
  • faldo maldini
  • pks
  • pdip
  • suket penyetaraan pendidikan gibran
  • suket ijazah gibran
  • gibran
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Labu Dikenal Sebagai Simbol Halloween, Simak Sejarah dan Maknanya
• 10 jam lalu
0
thumb
Hasil Kunjungan Menag Nasaruddin Umar dari Italia, Indonesia Jadi Model Moderasi Beragama
• 16 jam lalu
0
thumb
Di SPINAL ke-6 IKA FK UMI, Appi Bidik Makassar Jadi Pusat Medical Tourism
• 3 jam lalu
0
thumb
Mengenang Patrick Stewart, Aktor yang Lekat dengan Karakter Professor X di Film X-Men
• 20 jam lalu
0
thumb
Menkomdigi ajak peserta IYS berinovasi jadi pemimpin digital
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.