Dwi Bagus Bikin Tungku buat Bakar Jasad Istri Siri-Anak, Berdalih untuk Sampah

detik.com
11 jam lalu
Cover Berita
Madiun -

Ulah Dwi Bagus Martono yang membunuh istri sirinya, Dini Hardiyanti (30) dan anak laki-lakinya Arshaka Ghafa El Faezya (4) di Kota Madiun terus terungkap. Dwi disebut membuat tungku baru di belakang rumah yang dihuninya untuk membakar jenazah kedua korban demi menghilangkan bukti kejahatan.

Dilansir detikJatim, Sabtu (31/10/2026), Dwi Bagus berdalih membuat tungku dengan alasan untuk membakar sampah. Tungku dengan tinggi 2 meter berbahan bata ringan itulah yang dipakai oleh Bagus untuk membakar jenazah Dini dan anaknya.

"Jadi tungku dibuat setelah insiden pembunuhan," ungkap Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur.

Baca juga: Dwi Bagus Pembunuh Dini Ganti Nama Jadi Amanullah Saat Sembunyi di Jombang

Data yang dihimpun detikJatim, tungku yang sempat menjadi lokasi rekonstruksi Dwi Bagus Martono itu berada di belakang rumah Jalan Kunir, Kelurahan Ngegong, Kecamatan Manguharjo.

Lokasi tungku berada di bagian ujung selatan pekarangan belakang rumah yang terdapat banyak tanaman bakal bonsai. Tungku itu dibangun sangat dekat dengan rumah tetangga dan jauh dari rumah utama istri sah.

Data yang dihimpun detikJatim, tungku yang sempat menjadi lokasi rekonstruksi Dwi Bagus Martono itu berada di belakang rumah Jalan Kunir, Kelurahan Ngegong, Kecamatan Manguharjo.

Lokasi tungku berada di bagian ujung selatan pekarangan belakang rumah yang terdapat banyak tanaman bakal bonsai. Tungku itu dibangun sangat dekat dengan rumah tetangga dan jauh dari rumah utama istri sah.

Asap bekas pembakaran masih bisa terlihat di tembok tetangga. Bahkan daun pisang tetangga yang jaraknya sangat dekat dengan tungku ikut terbakar mengering.

Baca selengkapnya di sini.

Baca juga: Penyebab Istri Sah hingga Tetangga Tak Tahu Dwi Bagus Bakar Jasad di Rumah




(wnv/wnv)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kubu Netanyahu Raih Kursi Terbanyak dalam Pemilu Israel
• 15 jam lalu
0
thumb
Kala langkah kaki porter jadi penggerak roda ekonomi wisata Rinjani
• 19 jam lalu
0
thumb
Prabowo: Bangsa yang Malas Belajar Sejarah Akan Dihukum Sejarah
• 19 jam lalu
0
thumb
Tak Laporkan Penggunaan Dana Harian, BGN Suspend 6.097 SPPG
• 7 jam lalu
0
thumb
Kematian Letda Jihad Berujung Sanksi, Letda AG Ditahan dan Gelar Kualifikasi Kopassus Dicabut
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.